Daniel Ngantung – wolipop
Rabu, 19 Agu 2026 19:30 WIB
Anda menyukai artikel ini
Perayaan HUT Di-81 Republik Indonesia bisa menjadi momen Untuk kita Untuk kembali mengapresiasi kekayaan warisan Kearifan Lokal Dunia, termasuk wastra. Masih Untuk euforia 17-an, kamu bisa Berkunjung Di pameran Tren yang mengangkat keindahan beragam kain Nusantara Ke beberapa titik Ke Jakarta.
Beberapa Ke antaranya digelar Ke pusat belanja dan tidak dipungut biaya alias gratis. Menariknya, pameran dikemas Didalam instalasi yang berkonsep kontemporer, disertai narasi yang informatif.
Nah, apa saja pameran yang digelar? Simak detailnya berikut ini:
Halaman 2 Didalam 4
” dtr-evt=”detail multiple page” dtr-sec=”button Berikutnya” dtr-act=”button Berikutnya” dtr-idx=”2″ dtr-id=”8625976″ dtr-ttl=”5 Pameran Wastra Ke Jakarta, Kain Nusantara Hadir Didalam Instalasi Kontemporer”>
1. ‘Menjaga Warisan Untuk Masa Didepan’ (Museum Tekstil)
Foto: Daniel Ngantung/detikcom
Menandai 50 tahun eksistensinya, Museum Tekstil bersama Himpunan Wastraprema (HWP)mempersembahkan Menjaga Warisan Untuk Masa Didepan yang dibuka Dari 24 Juni lalu. Sebanyak 50 kain langka dan bersejarah Didalam seluruh penjuru Indonesia yang telah Melewati proses kurasi dipamerkan.
Salah satu highlight Ke pameran yang juga hadir Untuk merayakan HUT Di-499 DKI Jakarta ini adalah Bendera Kesultanan Cirebon yang menjadi saksi bisu perjuangan melawan penjajah Ke Sunda Kelapa. Pihak museum menampilkan versi replika Sebab bendera asli yang pernah dibawa Fatahillah Di menyerang Portugis Ke Sunda Kelapa Ke 1527 Untuk Situasi ringkih.
Ke pameran yang berlangsung hingga 31 Agustus ini, kamu juga bisa melihat karya maestro batik Go Tik Swan (Iwan Tirta berguru padanya) hingga koleksi tenun Batak sumbangan kolektor dan perajin ulos Torang Sitorus.
‘Menjaga Warisan Untuk Masa Didepan’
Museum Tekstil
Jl. K.S. Tubun No.2-4, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Buka: 09.00-15.00 WIB
2. ‘Heritage Reimagined’ (ASHTA District 8)
Pameran Mode ‘Heritage Reimagined’ persembahan Wilsen Willim Ke Ahsta Distric 8 hingga 31 Agustus 2026. Foto: Daniel Ngantung/detikcom |
Menyusul kesuksesan peragaan Algorithm: Universal Language yang merayakan 10 tahunnya berkarya, desainer Wilsen Willim Melakukan pameran Heritage Reimagined.
Instalasi menampilkan beberapa kreasi utama Wilsen Didalam koleksi couture perdana yang naik pentas Ke peragaan tersebut. Adapun karya monumentalnya ini digarap Didalam mengeksplorasi berbagai jenis tenun, mulai Didalam tenun sutra Garut (Jawa Barat), tenun Dayak Iban Didalam Kapuas Hulu Putussibau (Kalimantan Barat), songket Jembrana (Bali), dan songket Minang Halaban (Sumatera Barat). Ia juga menggunakan batik tulis cirebon Untuk Menampilkan motif Logika buatannya.
Turut menyertai koleksi yang dipamerkan, Sandalku koleksi Bocorocco x Wilsen Willim, dan aksesori Didalam Subeng Klasik x Wilsen Willim 2.0. Pembukaan pameran yang berlangsung hingga 30 Agustus ini dibarengi Didalam peluncuran koleksi kolaborasi Wilsen dan Aktor Atau Aktris Dian Sastrowardoyo.
‘Heritage Reimagined’
Melting Pot, Ground Floor ASHTA District 8
Jl. Senopati No.83 Jakarta Selatan
Buka: 10.00-22.00 WIB
Halaman 3 Didalam 4
” dtr-evt=”detail multiple page” dtr-sec=”button Berikutnya” dtr-act=”button Berikutnya” dtr-idx=”3″ dtr-id=”8625976″ dtr-ttl=”5 Pameran Wastra Ke Jakarta, Kain Nusantara Hadir Didalam Instalasi Kontemporer”>
3. ‘The Sacred of Sumba’ (Plaza Indonesia)
Foto: Daniel Ngantung/detikcom
Pesona kain tenun Sumba, Nusa Tenggara Timur, yang identik Didalam motif kudanya menjadi sajian utama Ke pameran yang digelar Untuk rangkaian ‘I Love Indonesia 2026’ Untuk menyambut HUT Di-81 RI.
Plaza Indonesia berkolaborasi Didalam Cita Tenun Indonesia (CTI), NUSAE, Luxina, dan The Riserva Menampilkan instalasi kontemporer yang didesain Dari Nusae. Warna biru dan merah yang menonjol terinspirasi Didalam palet khas tenun Sumba. Narasi Didalam Visual yang Menarik Perhatian membantu pengunjung memahami lebih Untuk Kearifan Lokal Dunia Sumba.
Berada Ke Antara butik Chanel yang Lagi direnovasi dan butik Lanvin, pameran yang berlangsung hingga 31 Agustus ini sekaligus menciptakan dialog bagaimana kuda juga telah menjadi simbol kemewahan Untuk perspektif modern.
‘The Sacred of Sumba’
Level 1, Plaza Indonesia
Jl. M.H. Thamrin No.28-30 Jakarta Pusat
Buka: 10.00 – 22.00 WIB
4. ‘Weaving Archipelago’ (Senayan City)
Cita Tenun Indonesia Melakukan pameran ‘Weaving Archipelago’ Ke Senayan City Jakarta hingga 29 Agustus 2026. Foto: Daniel Ngantung/detikcom |
Hanya sepekan Sesudah meresmikan pameran kain tenun Sumba, CTI mempersembahkan ‘Weaving Archipelago’ Ke Senayan City. Hingga 29 Agustus mendatang, pengunjung dapat melihat deretan kain Nusantara karya para perajin Didalam sepuluh Area Ke Indonesia yang masuk Untuk cakupan Inisiatif pembinaan CTI Pada 18 tahun berdiri.
Kain-kain yang dipamerkan merupakan hasil karya penenun Sesudah dibina CTI dan mitranya, para desainer kenamaan seperti Sebastian Gunawan, Biyan Wanaatmadja, Denny Wirawan, Didi Budiardjo, dan Wilsen Willim.
Instalasi ‘Weaving Archipelago’ dirancang Dari desainer interior kenamaan Rina Renville Didalam mengusung Konsep ‘Rajutan Nusantara’. Ia membuat area pameran yang seakan saling terhubung seperti pulau-pulau Nusantara, dan dikelilingi pegunungan.
Selain kain, pengunjung juga diajak Untuk Merasakan langsung proses pembuatan tenun. CTI mendatangkan perajin songket Pandai Sikek Didalam Sumatera Barat Untuk menenun Didalam ATBM (alat tenun bukan mesin) Ke pameran tersebut.
‘Weaving Archipelago’
Promenade, Senayan City
Jl. Asia Afrika No.19 Jakarta Pusat
Buka: 10.00 – 22.00 WIB
Halaman 4 Didalam 4
” dtr-evt=”detail multiple page” dtr-sec=”button Berikutnya” dtr-act=”button Berikutnya” dtr-idx=”4″ dtr-id=”8625976″ dtr-ttl=”5 Pameran Wastra Ke Jakarta, Kain Nusantara Hadir Didalam Instalasi Kontemporer”>
5. ‘Renjana Perca’ (Grand Indonesia)
Foto: Dok. Purana
Perayaan hari Kemerdekaan tahun ini terasa spesial Untuk Purana Sebab berbarengan pula Didalam 17 tahun eksistensi label Mode besutan Nonita Respati itu. Pencapaian tersebut lantas dirayakan Didalam Melakukan rangkaian Kegiatan bertajuk Renjana Perca, termasuk sebuah pameran yang berlangsung sampai 23 Agustus nanti.
Hadir The Living Archive, semacam galeri museum yang menampilkan instalasi Seni Kearifan Lokal Didalam sisa kain perca karya 12 seniman lintas disiplin yang digandeng Purana seperti Sutjipto Adi, Ruth Marbun, Agan Harahap, Hendra ‘HeHe’ Harsono, Sarkodit, Suanjaya Kencut, Anton Afganial, Francisca “Kika” Puspitasari (Kaloka Pottery), Hana Surya (Thereadapeutic), Rosyid Akhmadi (Mohoi), Arief Susanto (DusDukDuk), dan Savirra Lavinia (Fuguku).
“Pada 17 tahun, perjalanan Purana Untuk menghidupkan filosofi ‘Livable Art’ bukanlah perjuangan saya seorang diri. Saya sangat bersyukur dapat senantiasa berkolaborasi erat Didalam para seniman hebat Didalam seluruh penjuru Indonesia Untuk mengabadikan kekayaan warisan Kearifan Lokal Dunia, flora, fauna, lingkungan, serta narasi Nusantara Di Untuk setiap motif Purana,” kata Noni yang konsisten mengangkat keindahan wastra, terutama batik, Dari pertama kali merintis karier sebagai desainer.
‘Renjana Perca’
Main Atrium East Mall, Grand Indonesia
Jl. MH Thamrin No.1 Jakarta Pusat
Buka: 10.00 – 22.00 WIB
(dtg/dtg)
Artikel ini disadur –> Wolipop.detik.com Indonesia: 5 Pameran Wastra Ke Jakarta, Kain Nusantara Hadir Didalam Instalasi Kontemporer













