–
Batik kembali Merasakan tafsir Mutakhir lewat kolaborasi desainer menswear Temma Prasetio Bersama label Iwan Tirta. Mengusung koleksi bertajuk ‘Unbound’, kolaborasi Temma Prasetio tersebut mempertemukan warisan batik Bersama gaya busana pria kontemporer.
Koleksi ini diperkenalkan kepada media Untuk sebuah media viewing Di Iwan Tirta Home, Jakarta, Selasa (19/8/2026), menjelang presentasinya Di Kendaraan Mercedes-Benz Mode Week Kuala Lumpur 2026 Di 22 Agustus mendatang.
Lewat ‘Unbound’, Temma mengeksplorasi bagaimana batik dapat hadir Untuk bentuk yang lebih fleksibel dan Didekat Bersama Life Style masa kini. Sebanyak 24 look disiapkan Sebagai koleksi tersebut, seluruhnya menggunakan kain batik berbahan katun yang dipilih secara personal Bersama sang desainer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kain-kain yang digunakan hadir Untuk palet warna mulai Bersama biru kehijauan, cokelat sogan, hingga merah. Pilihan tersebut menjadi Pada Bersama upaya Temma menerjemahkan batik Hingga Untuk busana pria yang lebih ringan dan versatile, tanpa melepaskan identitas tradisionalnya.
Nama ‘Unbound’ merefleksikan gagasan Temma mengenai posisi batik Untuk kehidupan sehari-hari. Ia melihat batik tidak semestinya hanya dikenakan Untuk situasi atau aturan berpakaian tertentu.
“Batik is not a dress code,” menjadi gagasan utama yang dibawa Untuk koleksi ini. Menurut pandangan Temma, batik perlu diberi ruang Sebagai terus berkembang Agar dapat dikenakan Bersama generasi berikutnya, bukan hanya diperlakukan sebagai simbol warisan Kebiasaan Global.
Bersama pendekatan tersebut, batik ditempatkan sebagai Pada Bersama wardrobe modern. Kebiasaan tetap menjadi fondasi, Sambil bentuk dan cara pemakaiannya dapat terus Mengadaptasi Bersama perubahan zaman.
Kolaborasi Temma Prasetio dan Iwan Tirta pun menjadi pertemuan Antara dua pendekatan kreatif: keahlian Untuk Karya Seni batik yang diwariskan Iwan Tirta dan bahasa desain kontemporer yang menjadi karakter Temma. Hasilnya adalah upaya membawa batik Hingga Untuk siluet menswear modern sekaligus mempertahankan unsur craftsmanship dan akar Kebiasaan Global Indonesia.
Lahir dan besar Di Jawa Timur, kecintaan Iwan Tirta Pada Karya Seni dan Kebiasaan Global menjadi salah satu fondasi perjalanan kreatifnya.
Ia pernah menjadi runner-up Perancang Tren Menswear 2018 yang diselenggarakan Jakarta Mode Week. Temma juga telah mengikuti sejumlah platform Tren Di Indonesia dan membawa karya berbasis Kebiasaan Global Indonesia Hingga panggung internasional.
Sebelumnya, ia mempresentasikan karya berbasis Tenun NTT Di Dubai Mode Week 2023 dan turut berpartisipasi Untuk Kendaraan Mercedes-Benz Mode Week Kuala Lumpur Di tahun Sebelumnya.
Di Pada Yang Sama, IWAN TIRTA merupakan label Life Style mewah yang meneruskan visi maestro batik Iwan Tirta (1935-2010). Label tersebut mewarisi lebih Bersama 13.000 arsip motif batik Bersama sang pendiri.
Lewat karya-karya kontemporer, IWAN TIRTA Berusaha menempatkan batik tidak sekadar sebagai kain, tetapi sebagai Pada Bersama ekspresi Kebiasaan Global yang dapat hadir Di berbagai ruang, termasuk dunia Tren dan kehidupan modern.
Setelahnya diperkenalkan Di Jakarta, koleksi UNBOUND dijadwalkan tampil Di Kendaraan Mercedes-Benz Mode Week Kuala Lumpur Di 22 Agustus 2026. Koleksi tersebut membawa satu gagasan utama: mempertahankan akar Kebiasaan sekaligus memberi ruang Untuk batik Sebagai menemukan bentuk Mutakhir Di tangan generasi berikutnya.
(dtg/dtg)
Artikel ini disadur –> Wolipop.detik.com Indonesia: Temma Prasetio Bawa Batik Iwan Tirta Hingga Malaysia Lewat Koleksi ‘Unbound’











