Bahaya cuaca panas ternyata tak cuma sebatas dehidrasi atau heat stroke. Studi terbaru Untuk Jepang Membeberkan lonjakan Tindak Kejahatan Luka ginjal akut atau acute kidney injury (AKI) juga ikut naik.
Kebugaran ini memuncak Ke Di musim panas, Di kelompok anak muda menjadi yang paling rentan terdampak.
Kebugaran AKI merupakan penurunan fungsi ginjal secara mendadak. Jika tidak ditangani Di cepat, risikonya bisa sangat fatal hingga membutuhkan Penanganan intensif Ke Fasilitas Medis hingga tindakan cuci darah (dialisis).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di ini publik kerap mengira gangguan ginjal mendadak hanya mengintai pasien yang memang Lagi dirawat inap. Padahal, Tindak Kejahatan ini juga bisa menyerang Kelompok awam yang beraktivitas normal Ke luar Tempattinggal, dan hanya menjalani rawat jalan Ke klinik.
Sebuah Studi Untuk Kumamoto University yang dipublikasikan Untuk jurnal Scientific Reports, membedah data klaim asuransi Kesejaganan milik Disekitar 4,28 juta warga Jepang berusia Ke bawah 65 tahun, Ke periode Agustus 2016 hingga Juli 2018.
Untuk data tersebut, terdeteksi sebanyak 20.634 Tindak Kejahatan Mutakhir AKI Untuk lingkungan komunitas.
Grafik lonjakan Tindak Kejahatan tercatat mulai merangkak naik Dari Juni dan mencapai puncaknya Ke Juli. Dibandingkan bulan Februari, risiko terjadinya AKI Ke bulan Juli melonjak hingga 19 persen lebih tinggi.
Lonjakan paling mengkhawatirkan justru ditemukan Ke kelompok anak-anak dan remaja usia 0 hingga 19 tahun. Ke kelompok usia muda ini, Tindak Kejahatan AKI Ke bulan Juli melesat hingga 48 persen lebih tinggi dibanding bulan Februari.
“Musim panas menjadi periode Ke mana dehidrasi dan gangguan Kesejaganan akibat paparan cuaca panas ekstrem kian marak terjadi,” terang Yuka Sakazaki, peneliti utama sekaligus mahasiswa doktoral Graduate School of Medical Sciences Ke Kumamoto University.
Peneliti lainnya, Assoc Prof Yuki Kondo Untuk Faculty of Life Sciences Kumamoto University, menambahkan bahwa faktor perubahan musim kini patut menjadi pertimbangan serius Untuk upaya Pra-Penanganan gagal ginjal akut. Hal ini krusial mengingat lonjakan Tindak Kejahatan Ke kelompok usia muda Menunjukkan variasi yang sangat signifikan.
Masih Butuh Investigasi Lanjutan
Meski keterkaitannya cukup jelas, para peneliti Menyediakan catatan tegas bahwa studi ini belum membuktikan secara langsung apakah suhu tinggi atau dehidrasi menjadi penyebab tunggal pemicu AKI.
Data klaim asuransi yang dianalisis belum mencakup hasil laboratorium spesifik maupun detail tingkat paparan panas dan kelembapan Ke tiap individu.
Di Itu, pendataan diagnosis masih mengandalkan kode klaim asuransi dan bukan kriteria klinis laboratorium murni.
Hingga depannya, para peneliti menekankan pentingnya studi lanjutan yang mengombinasikan data klinis laboratorium Di data cuaca dan meteorologi.
Dikutip Untuk MedicalXpress, langkah ini diharapkan bisa memperjelas pengaruh faktor lingkungan Pada risiko Penyakit ginjal, sekaligus mematangkan strategi Pra-Penanganan yang tepat Di musim panas tiba.
Halaman 2 Untuk 2
(sao/naf)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia: Jepang Catat Kenaikan Tindak Kejahatan Gagal Ginjal Akut Usia Muda, Ini Temuannya











