Jakarta –
Sebanyak 87 siswa kelas 9 Hingga Cheng Yuan High School, Taipei, Taiwan, Merasakan diare Sesudah menyantap makan siang gratis Hingga sekolah. Petugas Keadaan menemukan lima Kartu Peringatan higiene Hingga dapur penyedia Citarasa.
Dikutip Di CNA, Departemen Keadaan Taipei Memperoleh laporan Di pihak sekolah Ke Selasa. Petugas Lalu melakukan pemeriksaan Sebagai Mengejar dugaan keracunan Citarasa tersebut.
Di pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah masalah kebersihan, Di lain kotoran Hingga bawah kulkas, genangan air Hingga lantai, serta rak dan bingkai yang kotor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para siswa diketahui menyantap makan siang Disekitar Ditengah hari Ke Senin. Disekitar pukul 22.00 Ke hari yang sama, sejumlah siswa mulai Merasakan diare.
Departemen Keadaan Taipei masih Mengejar kejadian tersebut sebagai dugaan keracunan Citarasa. Hasil pemeriksaan laboratorium masih ditunggu Sebagai mengetahui penyebab pasti para siswa Merasakan diare.
Petugas Membahas 11 sampel Sebagai pemeriksaan, termasuk sisa Citarasa, swab Di permukaan dapur, serta sampel Di tangan pekerja yang menangani Citarasa.
Sampel tersebut nantinya Akansegera diperiksa bersama Bersama sampel yang diambil Di para siswa yang Merasakan Tanda. Hasil pemeriksaan Akansegera digunakan Sebagai menentukan penyebab kejadian.
Penyedia Citarasa Diminta Setop Operasi
Departemen Keadaan Taipei telah memerintahkan penyedia Citarasa sekolah Sebagai menghentikan Sambil operasionalnya dan memperbaiki seluruh Kartu Peringatan yang ditemukan paling lambat Jumat.
Pihak penyedia juga terancam denda hingga NT$200 juta atau Disekitar Rp 111 miliar jika terbukti melanggar aturan Keselamatan dan sanitasi Ketahanan Pangan.
Wali Kota Taipei Chiang Wan-an mengatakan pemerintah kota langsung melakukan pemeriksaan Hingga sekolah Sesudah Memperoleh laporan. Pemerintah juga mengumpulkan sampel dan menyiapkan Citarasa Di pemasok lain Sebagai para siswa.
Layanan makan sekolah secara reguler Terbaru Akansegera kembali Sesudah dapur memenuhi persyaratan Keadaan dan proses investigasi selesai.
Sambil Itu, Departemen Belajar Taipei mengatakan tindakan lanjutan Akansegera ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dan apakah penyedia Citarasa terbukti bertanggung jawab.
Jika penyelidikan menemukan adanya masalah Di layanan Citarasa atau Kartu Peringatan Perjanjian, pemerintah kota dapat menghentikan sebagian maupun seluruh Perjanjian Bersama penyedia Citarasa tersebut.
(naf/naf)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia: Puluhan Siswa Hingga Taiwan Keracunan usai Makan ‘MBG’, Penyedia Terancam Denda Rp 111 M











