–
Converse minta maaf Setelahnya salah satu Sosialisasi Politik terbarunya menuai Komentar keras Ke media sosial. Iklan yang menampilkan Karina Bersama grup K-pop aespa tersebut Disorot netizen Memiliki visual yang mengarah Ke simbol-simbol rasis.
Karina aespa menjadi model Di Sosialisasi Politik Chuck 70 X dan Run Star Crush. Salah satu foto memperlihatkan sang idol berdiri Ke bawah sorotan lampu berbentuk bintang sambil memegang sepasang sneakers high-top hitam. Ia mengenakan rok putih sepanjang betis.
Foto tersebut Setelahnya Itu viral dan menuai Keluhan Masyarakat. Sejumlah User media sosial menilai bentuk bayangan Bersama sorotan lampu Ke Di Karina menyerupai tudung yang identik Bersama Ku Klux Klan (KKK), kelompok supremasi kulit putih Ke Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada pula yang menilai cara Karina memegang Sandalku mengingatkan Ke gambaran Kekejaman Di warga kulit hitam Ke masa lalu. Perdebatan serupa juga muncul Bersama materi promosi Converse lainnya.
Di sebuah foto, dua model terlihat menaiki tangga kayu Untuk Membahas Sandalku yang tergantung Ke dahan pohon. Menurut Women’s Wear Daily, foto tersebut dibagikan Lewat akun Instagram Converse Malaysia Untuk mempromosikan Sosialisasi Politik Converse x Palmes Untuk koleksi sneakers Jack Purcell PDM.
Visual tersebut Dilindungi Sebab Disorot mengingatkan Ke sejarah Kekejaman rasial Di warga kulit hitam Ke Amerika Serikat, termasuk praktik lynching atau main hakim sendiri. Setelahnya Menyambut banyak kecaman, Converse menyampaikan permintaan maaf Lewat pernyataan resmi.
“Kami minta maaf. Kami memahami mengapa gambar ini sangat menyakitkan dan Mengetahui bahwa kami telah melakukan Kegagalan,” ujar Converse, seperti dikutip Bersama People.
|
Iklan Converse Memicu Perdebatan. Foto: Dok. Converse
|
Brand tersebut juga mengatakan telah menghapus gambar Yang Berhubungan Bersama Bersama kanal resminya dan Berusaha menghapusnya Bersama berbagai platform.
“Hal seperti ini seharusnya tidak terjadi dan kami Berencana Melakukanlangkah-Langkah melakukan yang lebih baik,” lanjut pernyataan tersebut.
Tetapi, anggota Kongres Amerika Serikat asal Louisiana, Troy Carter, tetap mengecam Aksi Massa dan permintaan maaf Cinverse. Dia mengritik keputusan brand yang disebutnya hanya menghapus gambar tanpa Memberi penjelasan Lebih Jelas.
Sebagai anggota Kongres berkulit hitam dan warga Louisiana, Troy mengatakan bahwa gambaran orang kulit hitam yang digantung Ke pohon, bukan sekadar Dibagian Bersama sejarah masa lalu Untuk Kelompok Ke Daerah tersebut.
“Rasa sakit itu masih dirasakan Dari keluarga dan komunitas kami,” ujarnya.
Troy juga menyinggung visual tudung putih yang dikaitkan Bersama Ku Klux Klan. Menurutnya, simbol tersebut tidak dapat Disorot sebagai kostum biasa Sebab Memiliki kaitan Bersama sejarah teror, Merenggut Nyawa, dan Kekejaman rasial. Ia juga mempertanyakan proses kreatif dan persetujuan Sosialisasi Politik tersebut.
“Kalian telah menyebabkan kerugian nyata, dan Untuk memulihkan kerugian tersebut, diperlukan lebih Bersama sekadar permintaan maaf yang ditulis Dari departemen humas,” pungkasnya.
(hst/hst)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Wolipop.detik.com Indonesia: Converse Minta Maaf Usai Iklannya Bersama Karina aespa Dituding Rasis











