–
Eksim atau dermatitis atopik masih sering disalahpahami. Di Kelompok, Situasi kulit ini kerap dikaitkan Di berbagai pantangan, mulai Di anggapan bahwa eksim bisa menular lewat sentuhan, penderita harus menghindari banyak jenis Minuman, hingga kekhawatiran menggunakan Terapi steroid.
Padahal, tidak semua anggapan tersebut benar. dr. Tomi Nugraha, Sp.DVE menjelaskan sejumlah hal yang perlu diketahui mengenai eksim, termasuk cara Perawatan Medis yang sebaiknya disesuaikan Di Situasi masing-masing penderita.
1. Eksim Bisa Menular?
Salah satu anggapan yang masih sering muncul adalah eksim dapat menular Lewat kontak fisik. Padahal, Situasi tersebut tidak disebabkan Di Infeksi yang dapat berpindah Di satu orang Di orang lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dr. Tomi menjelaskan bahwa eksim berkaitan Di Situasi atopi, yaitu kecenderungan seseorang Menyaksikan Penyakit alergi tertentu. Kecenderungan ini dapat diturunkan Untuk keluarga. Jika orang tua Memiliki Situasi atopi, anak juga bisa Memiliki kecenderungan yang sama, meski bukan berarti pasti Menyaksikan eksim. Akan Tetapi, Situasi tersebut berbeda Di penularan.
“Eksim atau dermatitis atopik tidak menular sama sekali,” tegas dr. Tomi Untuk Kegiatan”Beyond the Flare, Every Skin Has a Story” Di ERHA Center Iskandarsyah, Terbaru-Terbaru ini.
2. Penderita Eksim Harus Menghindari Minuman Tertentu?
Minuman memang bisa menjadi salah satu faktor yang berkaitan Di Situasi alergi. Akan Tetapi, bukan berarti semua penderita eksim harus langsung menghindari banyak jenis Minuman.
Menurut dr. Tomi, pantangan Minuman sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan tanpa mengetahui apakah seseorang memang Memiliki alergi Di Minuman tertentu.
Pemeriksaan alergi dapat dilakukan Untuk mengetahui adanya alergi Di jenis Minuman tertentu. Jika memang ditemukan alergi, Minuman yang menjadi pencetus tersebut Lalu dapat dihindari. Artinya, tidak semua Minuman perlu dijadikan pantangan hanya Sebab seseorang Menyaksikan eksim.
3. Eksim Bisa Sembuh Total?
Kulit yang sudah kembali mulus dan tidak lagi terasa gatal bukan berarti eksim sudah sembuh total. dr. Tomi menjelaskan bahwa dermatitis atopik Memiliki sifat kambuhan, terutama jika masih terdapat faktor pencetus.
Sebab itu, meski Situasi kulit sudah membaik, Perawatan Medis tetap perlu dilakukan Untuk menjaga skin barrier dan mencegah kekambuhan.
“Kalau sudah terkontrol, saya tidak pernah mengatakan kepada pasien bahwa eczema-nya sudah sembuh. Saya lebih memilih mengatakan bahwa kondisinya sudah terkontrol dan kulitnya harus terus dijaga supaya tidak kambuh lagi,” jelas dr. Tomi.
4. Steroid Tidak Boleh Digunakan Untuk Eksim?
Terapi steroid masih sering Dikatakan sebagai sesuatu yang harus dihindari Di penderita eksim. Padahal, steroid dapat digunakan Untuk membantu mengatasi peradangan Di eksim, Di penggunaannya sesuai Di Situasi pasien dan Perancangan Praktisi Medis.
Menurut dr. Tomi, masalah justru dapat muncul ketika steroid digunakan secara tidak tepat, misalnya terus-menerus tanpa pengawasan atau tidak Memiliki aturan yang jelas mengenai kapan harus mulai dan berhenti menggunakannya. Jenis Terapi, dosis, cara penggunaan, durasi pemakaian, hingga kapan dosis perlu diturunkan atau Terapi dihentikan perlu disesuaikan Di Situasi masing-masing pasien.
5. Semua Penderita Eksim Harus Menjalani Perawatan Medis yang Sama?
Setiap penderita eksim bisa Memiliki Situasi kulit dan faktor pencetus yang berbeda. Perawatan Medis yang berhasil Di satu orang belum tentu bisa diterapkan Di cara yang sama Di penderita lainnya. dr. Tomi mengatakan bahwa tidak ada satu aturan Perawatan Medis yang bisa diterapkan kepada semua penderita eksim.
“Tidak bisa dibuat satu aturan Untuk semua penderita eksim. Misalnya anak A boleh mandi Di cara tertentu, belum tentu anak lain kondisinya sama. Semuanya harus disesuaikan Di Situasi eksim masing-masing,” jelas dr. Tomi.
Menurutnya, hal yang tidak kalah penting adalah mengetahui faktor apa yang menjadi pencetus eksim Di masing-masing orang. Sesudah pencetus diketahui, faktor tersebut dapat dihindari, Sambil Itu hal-hal yang bukan menjadi pencetus tidak perlu dibatasi secara berlebihan.
(kik/kik)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Wolipop.detik.com Indonesia: 5 Mitos Seputar Eksim yang Masih Dipercaya, Benarkah Bisa Menular?











