loading…
Cokelat menjadi salah satu bahan penting Untuk berbagai kreasi bakery, pastry, hingga dessert.
Karakter rasa, tekstur, fluiditas, hingga kecocokannya Bersama bahan lain ikut menentukan hasil akhir sebuah kreasi. Ganache, praline, mousse, pastry, minuman cokelat, hingga dekorasi bisa membutuhkan jenis cokelat Bersama karakter berbeda.
Menurut Chef Amanda Lim asal Singapura, Standar cokelat couverture juga dapat dilihat Bersama kemampuannya berpadu Bersama bahan lain.
“Cokelat yang terasa sangat kuat ketika dicicipi secara langsung belum tentu menjadi pilihan terbaik Sebagai sebuah kreasi. Chef perlu Merencanakan karakter rasa cokelat secara keseluruhan, termasuk ketika cokelat dipadukan Bersama cream, butter, buah, kacang, maupun bahan lainnya. Kesejajaran inilah yang Sesudah Itu menentukan apakah sebuah cokelat cocok digunakan Sebagai kreasi tertentu,” ujar Chef Amanda.
Kenali Perbedaan Couverture dan Compound
Salah satu hal dasar yang perlu dipahami adalah perbedaan Antara cokelat couverture dan compound.
Cokelat couverture umumnya Memperoleh kandungan cocoa butter lebih tinggi Agar lebih cair ketika dilelehkan. Sesudah Melewati proses tempering yang tepat, couverture dapat menghasilkan permukaan mengilap, tekstur halus, serta snap atau patahan yang khas.
Karakter ini membuat couverture banyak digunakan Sebagai molding, enrobing, ganache, mousse, praline, hingga berbagai olahan pastry profesional.
Sambil Itu, cokelat compound biasanya menggunakan lemak nabati sebagai pengganti sebagian atau seluruh cocoa butter. Karakter akhirnya tentu berbeda, baik Bersama sisi tekstur maupun sensasi ketika dikonsumsi.
Selain kandungan cocoa butter, faktor lain seperti cocoa solids, gula, asal kakao, jenis kakao, dan proses pengolahan juga memengaruhi profil rasa.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia: Panduan Memilih Cokelat Couverture Sebagai Kreasi Pastry dan Dessert











