Jakarta –
Kementerian Kesejajaran (Kemenkes) RI terus mematangkan Wacana penerapan label kadar gula dan Minuman Bergizi (Nutri-Level), Di produk Minuman dan minuman olahan. Tak hanya menyasar kedai minuman Terbaru dan merek besar, skema penandaan Minuman Bergizi ini nantinya juga bakal diterapkan hingga skala Pedagang Kaki Lima (PKL).
Pejabat Tingginegara Kesejajaran RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, pemerintah Memperkenalkan mekanisme yang telah sukses dijalankan Hingga Singapura Di kurun waktu empat tahun terakhir. Untuk sektor pedagang kecil, Kemenkes mengedepankan sistem klaim mandiri (self-declare) agar tidak menyulitkan pelaku usaha.
“Yang kaki lima, itu kita lihat, kita belajar Bersama Singapura, kan? 4 tahunan gitu. Nah, mereka bilangnya sudah pakai self-declare saja, sama kayak Pajak Lainnya. Pajak Lainnya kan kita self-declare juga, kan?” ujar Menkes Budi Di wartawan Hingga Jakarta, Kamis (22/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menkes Budi menegaskan, fokus utama Di tahap awal adalah Merangsang partisipasi seluas-luasnya Bersama para pedagang, tanpa harus membebani mereka Bersama biaya uji laboratorium yang mahal Hingga awal.
“Saran Bersama mereka yang sudah melakukannya cukup lama, yang penting partisipasi dulu aja. Sebab ini kan partisipasinya kalau banyak itu bagus, Bersama Sebab Itu dirangkul saja, biar saja mereka pasang, nanti kita audit pelan-pelan,” lanjutnya.
Sistem Audit dan Pemeriksaan Sampel Acak
Menkes membeberkan adanya perbedaan mekanisme pengawasan Di produsen besar Bersama pedagang skala kecil. Kedai minuman Terbaru atau merek besar umumnya sudah mengantongi hasil pengujian laboratorium resmi yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
Sambil Untuk PKL dan Dan Menengah kecil yang menggunakan metode self-declare, Kemenkes Berencana melakukan pemeriksaan sampel acak (random check) secara berkala serta Memperkenalkan hasilnya secara transparan kepada publik.
“Tapi kalau kecil-kecil, self-declare. Yang self-declare ini kita random check, dipublikasi saja… Misalnya, oh Hingga-random check sekian, yang miss-nya itu 60 persen misalnya. Ya sudah, yang 60 persen kita bimbing,” pungkas Menkes Budi.
(sao/up)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia: PKL dan Minuman Terbaru Juga Berencana Terapkan Nutri-Level, Menkes Ungkap Pengawasannya











