loading…
Perayaan Seni Layar Lebar Antikorupsi atau Anti-Corruption Layar Lebar Perayaan Seni (ACFFEST) 2026 kembali digelar Bersama Menampilkan karya sineas Indonesia.
ACFFEST 2026 menjadi wadah Untuk para sineas Sebagai menyampaikan pesan antikorupsi Lewat pendekatan kreatif. Beragam persoalan sosial diangkat Di Perayaan Seni ini, mulai Di manipulasi Dana, konflik keluarga, penyalahgunaan kekuasaan, hingga keberanian seseorang Di mempertahankan kejujuran.
Perayaan Seni yang digagas dan dikelola Direktorat Sosialisasi dan Sosialisasi Politik Antikorupsi KPK tersebut juga memperluas jangkauan pemutaran Layar Lebar Ke berbagai Daerah. Lewat Inisiatif Movie Day ACFFEST 2026, kegiatan ini menjangkau 12 provinsi dan 42 titik pelaksanaan Bersama melibatkan sebanyak 6.356 peserta.
Ketua KPK Setyo Budiyanto berharap karya-karya yang dihasilkan Di ACFFEST 2026 dapat menjangkau penonton lebih luas, termasuk Lewat jaringan bioskop nasional maupun platform layanan Penyiaran Langsung.
“Harapan saya Layar Lebar-Layar Lebar ini tidak berhenti sampai Ke sini (Perayaan Seni),” ujar Setyo Di membuka ACFFEST 2026 Ke Gedung Pusat Pembelajaran Antikorupsi KPK, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Selain menjadi ruang pemutaran karya, ACFFEST 2026 juga Menampilkan Inisiatif Pembaruan sineas Lewat Movie Camp. Sebanyak lima proposal terpilih Di Kejuaraan ide cerita Layar Lebar pendek Merasakan pembekalan secara daring Di 21, 23, dan 24 Juli 2026.
Para finalis Lalu mengikuti workshop, mentoring, diskusi, Pembaruan ide cerita, hingga pitching bersama praktisi perfilman. Pendampingan tersebut bertujuan memperkuat Mutu cerita sekaligus memastikan pesan integritas dan antikorupsi tersampaikan Lewat Layar Lebar.
Hadirkan Beragam Genre dan Cerita Di Nusantara
ACFFEST 2026 Menampilkan 10 kelompok Inisiatif pemutaran Layar Lebar Bersama tema yang beragam. Beberapa Ke antaranya adalah Her Side of the Story, Little Voices, In the Public Interest, Between Sunrise and Sunset, Before We Became, Darkly Funny, Small Problems Big Trouble, The Ways We Connect, Beyond the Archipelago, dan Together We Tell.
Setiap Inisiatif menawarkan pendekatan berbeda Di Menyoroti persoalan sosial dan nilai antikorupsi. Ada Layar Lebar yang mengangkat keberanian perempuan, kejujuran Di sudut pandang anak-anak, kepentingan publik, hingga persoalan kekuasaan dan tanggung jawab sosial.
Sejumlah karya juga mengemas persoalan integritas Lewat unsur komedi, satire, drama keluarga, hingga misteri. Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa pesan antikorupsi tidak harus selalu disampaikan Lewat cerita serius mengenai Perkara Hukum Hukum kejahatan keuangan.
Salah satu Inisiatif yang Memikat perhatian adalah rangkaian cerita Di berbagai Daerah Indonesia yang memperlihatkan keberagaman Kearifan Lokal Global dan persoalan Komunitas. Layar Lebar-Layar Lebar tersebut Menampilkan perspektif lokal Bersama persoalan yang Memperoleh relevansi secara luas.
Di daftar pemutaran ACFFEST 2026, Inisiatif Between Sunrise and Sunset Menampilkan lima Layar Lebar pendek Bersama cerita yang mengangkat manipulasi Dana, konflik warisan, harapan anak-anak, persoalan moral, hingga konsekuensi Di kebohongan.
Berikut lima Layar Lebar Di Inisiatif Between Sunrise and Sunset yang dapat disimak.
1. Selisih, Kisah Manipulasi Dana Desa
Layar Lebar Selisih mengangkat persoalan Penyuapan yang bermula Di tindakan manipulasi laporan keuangan. Ceritanya berpusat Di Rivan, seorang bendahara kegiatan desa yang diminta mengubah laporan agar sisa Dana terlihat telah digunakan seluruhnya.
Manipulasi tersebut dilakukan Bersama alasan menjaga alokasi dana desa Di tahun berikutnya. Rivan yang awalnya menolak akhirnya Berjuang Bersama dilema ketika mengetahui bahwa sebagian uang yang diselewengkan kepala desa digunakan Sebagai membeli Sofa roda Untuk ibunya.
Keadaan tersebut membuat Rivan mulai mempertanyakan pendiriannya. Perbuatan yang Sebelumnya Disorot salah perlahan Merasakan pembenaran atas dasar kepentingan pribadi dan keluarga.
Setahun Lalu, Rivan justru mengulangi praktik serupa kepada bawahannya. Situasi ini memperlihatkan bagaimana tindakan Penyuapan dapat terus berlangsung ketika penyimpangan Disorot sebagai sesuatu yang dapat dimaklumi.
Layar Lebar Selisih menyoroti bahaya pembenaran Di Kartu Peringatan kecil yang Berpeluang berkembang menjadi kebiasaan. Ceritanya juga menggambarkan persoalan integritas Di pengelolaan keuangan publik.
Layar Lebar ini merupakan produksi Banoto Imagine asal Kalimantan Barat, Bersama Deni Hartin sebagai produser dan Agus Muri Arviandi sebagai sutradara.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia: ACFFEST 2026 Hadirkan Layar Lebar Antikorupsi Di Berbagai Daerah, Angkat Kisah Kejujuran hingga Manipulasi Dana











