Korea Selatan (Korsel) Ditengah Berjuang Bersama peningkatan Peristiwa Pidana kanker payudara, termasuk Di wanita berusia 30-an dan 40-an. Situasi ini memicu kekhawatiran bahwa kanker payudara yang menyerang wanita usia muda Memperoleh karakteristik yang lebih ganas.
Lantas, benarkah kanker payudara Di wanita usia muda cenderung lebih agresif?
Pakar Onkologi Medis Bersama Seoul St Mary’s Hospital, The Catholic University of Korea, Prof Lee Ji-eun, menegaskan bahwa usia muda saja tidak dapat menjadi penentu apakah kanker payudara yang dialami seseorang lebih agresif atau tidak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya, diagnosis kanker payudara Di usia muda tidak otomatis berarti penyakitnya lebih ganas. Ada faktor lain yang perlu diperhatikan Sebagai menentukan karakteristik dan tingkat agresivitas kanker.
“Menjadi muda tidak secara otomatis berarti kanker yang diidap lebih agresif,” ujar Prof Lee yang dikutip Bersama Korea Biomedical Review, Kamis (13/8/2026).
Meski begitu, Prof Lee tidak menampik bahwa subtipe kanker payudara yang tergolong agresif, memang lebih sering ditemukan Di kelompok wanita berusia 30-an dan 40-an tahun.
Data Menunjukkan bahwa kanker payudara jenis triple-negative mencakup 22,8 persen Bersama total Peristiwa Pidana Di pasien berusia 15 hingga 39 tahun. Angka ini hampir dua kali lipat dibanding kelompok usia 50 tahun Hingga atas yang berada Di angka 11,7 persen.
Serupa Bersama itu, proporsi kanker payudara jenis HER2-positif Di pasien muda juga tercatat lebih tinggi, yakni mencapai 28,2 persen dibanding 16,6 persen Di kelompok usia lebih tua.
“Subtipe triple-negative dan HER2-positif yang cenderung lebih agresif memang ditemukan Bersama proporsi lebih tinggi Di wanita muda. Hal inilah yang membuat kanker payudara Di wanita muda sering digambarkan agresif dan Dikatakan berkembang lebih cepat. Padahal, yang paling menentukan adalah subtipe dan stadium kankernya,” jelas Prof Lee.
Pentingnya Memahami Subtipe Kanker
Pakar onkologi Bersama Gangnam Severance Hospital, Prof Kim Ji-hyung, Menyambut Baik kepanikan yang kerap dialami pasien muda Di pertama kali didiagnosis. Ia menekankan pentingnya Untuk pasien Sebagai memahami subtipe spesifik Bersama Gangguan yang diidapnya.
“Kanker payudara terbagi Hingga Untuk beberapa jenis yang khas. Strategi paling krusial Di ini adalah menentukan secara akurat Perawatan apa yang benar-benar dibutuhkan Dari masing-masing pasien,” terang Prof Kim.
“Justru Di stadium awal, ada pasien yang tidak membutuhkan kemoterapi, Sambil yang lain justru sangat membutuhkannya. Keputusan terapi yang tepat adalah kuncinya,” lanjutnya.
Prof Kim meminta para pasien yang terdiagnosis subtipe agresif seperti triple-negative atau HER2-positif Sebagai tidak berkecil hati. Pasalnya, penanganan medis Di ini telah berkembang pesat.
“Sebagai kanker yang agresif, strategi terapinya kini sudah berubah. Alih-alih langsung melakukan tindakan pembedahan atau operasi, kami dapat menerapkan pendekatan seperti kemoterapi neoadjuvan terlebih dahulu Sebagai mengecilkan tumor,” tutur Prof Kim.
Jangan Langsung Panik Cari Informasi Jaringan
Prof Lee menambahkan bahwa respons Perawatan Di setiap pasien sangat bervariasi. Menurutnya, pasien Bersama subtipe triple-negative maupun metastatik sekalipun tetap Memperoleh Kemungkinan besar Sebagai berada Untuk Situasi stabil.
Justru bisa bebas Bersama kekambuhan Untuk jangka panjang berkat hadirnya terapi target.
Ia mengimbau pasien yang Mutakhir terdiagnosis Sebagai fokus memahami Situasi penyakitnya Melewati diskusi Bersama Skuat medis, ketimbang panik Lantaran membaca terlalu banyak informasi yang belum tentu akurat Di Jaringan.
“Di terdiagnosis, orang-orang sering kali panik dan mencari informasi Untuk jumlah sangat besar Di Jaringan. Padahal yang paling penting adalah memahami subtipe apa yang dimiliki, lalu Berbicara Wacana Perawatan terbaik bersama Skuat Praktisi Medis,” pungkas Prof Lee.
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia: Benarkah Kanker Payudara Di Usia Muda Lebih Ganas? Pakar Ungkap Faktanya











