Surabaya – Desainer Unesa Dr. Sn. Inty Nahari, M.Ds, adalah Dosen Prodi S1 Pembelajaran Tata Busana. Hadir ikut menyemarakkan Etnura Mode Perayaan Seni. Didalam tema Kepompong, mengangkat Mode sebagai sebuah metaforsis karya Untuk stadium ketiga.
Kepompong, filosofi Untuk Mode menurut Inty. Yaitu, fase pengolahan serat alam menjadi wastra tenun dan busana. Untuk cocoon cutting hingga akhirnya terealisasi karya Untuk Mode Sustainable, menjadi sebuah Mode berkelanjutan.
Inty menjelaskan, pihaknya seperti biasanya. Untuk apresiasi karyanya, tentang tenun dan mulai Untuk hasil Studi, Untuk serat alam seperti nanas madu, menjadi kain tenun Lantaran saya mengexplore teksturnya.
“Tenun itu saya explore beragam tenunannya, dan tenun itu kalau dipotong susah. Karena Itu hanyalah lembaran kain, tidak saya potong tetapi saya jahit. Ada juga yang saya potong yang seratnya tidak susah Untuk proses pembuatan,” jelasnya.
Menurutnya, hari ini Mengeluarkan 3 model look, 2 cowok dan 1 cewek. Samping Itu, ia juga melaksanakan pelantikan Ke Etnura sebagai anggota Terbaru.
“Saya yang Mengeluarkan 3 model dan 1 sama miyus (membawa nuansa serat, hingga menjadi tenun. Lalu modelnya sudah menjadi baju),” tuturnya.
Samping Itu, ditambahkan Dari Inty, Gaya Gaya dan warna yang ditampilkan mayoritas warna soft.
“Saya Mengeluarkan desain Didalam Ke dominasi warna soft. Seperti putih, abu-abu dan cerah. Untuk bahannya, saya membuat sendiri Untuk tenun. Lantaran tenun prosesnya simpel, sedangkan yang belum saya explor saya proses finising Didalam batik,” pungkasnya. (M9)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Desainer Unesa Dr. Sn. Inty Nahari M.Ds, Hadirkan Kepompong Ke Etnura Mode Perayaan Seni









