Daniel Ngantung – wolipop
Selasa, 13 Okt 2026 19:30 WIB
Karya Seni Kearifan Lokal jalanan tak hanya menghiasi dinding kota atau ruang pamer. Ilustrasi ikonis seniman Amerika Serikat Keith Haring (1958-1990) kini hadir Di koleksi Saku mewah yang memadukan Seni Kearifan Lokal kontemporer Di Kekuatan kriya tingkat tinggi.
Lewat koleksi ‘The Artycapucines VIII – The Keith Haring Artycapucines Collection’, Louis Vuitton Memperkenalkan 13 interpretasi Saku Capucines dan objek koleksi yang terinspirasi Di dunia visual Haring. Deretan Saku tersebut melanjutkan kolaborasi Louis Vuitton dan Keith Haring Foundation Di koleksi Cruise 2027 yang dipresentasikan Di Museum Frick Collection, New York City, Di Mei lalu.
Koleksi Louis Vuitton Cruise 2027 karya Nicolas Ghesquiere yang dihiasi visual karya mendiang seniman Keith Haring. (Foto: Giovanni Giannoni/WWD via Getty Images) |
Garis hitam tegas, figur manusia yang menari, simbol hati, hingga komposisi penuh warna menjadi elemen utama yang Menyediakan karakter berbeda Di siluet khas Tempattinggal Gaya asal Prancis tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kolaborasi ini mempertemukan dua dunia yang sekilas bertolak Dibelakang: Seni Kearifan Lokal jalanan yang ekspresif dan spontan Di kemewahan yang identik Di ketelitian serta eksklusivitas. Akan Tetapi, justru pertemuan keduanya yang membuat koleksi ini Memikat.
Halaman 2 Di 5
” dtr-evt=”detail multiple page” dtr-sec=”button Berikutnya” dtr-act=”button Berikutnya” dtr-idx=”2″ dtr-id=”8705468″ dtr-ttl=”Karya Seniman Jalanan Keith Haring Kini Hiasi Saku Mewah Louis Vuitton”>
Di Running Heart hingga Figur Menari
Foto: Dok. Louis Vuitton
Seperti Capucines Nano Running Heart, Saku berukuran mini yang menampilkan motif Running Heart, salah satu karya Haring yang dikenal luas. Motif hati berwarna merah dan hitam menghiasi permukaan Saku berbahan logam bernuansa perak, Di lebih Di 12.000 kristal yang dipasang satu per satu secara manual.
Detail tersebut memperlihatkan bagaimana gambar sederhana khas Haring diterjemahkan menjadi aksesori mewah Di pengerjaan yang rumit. Proses pemasangan kristalnya saja membutuhkan waktu lebih Di satu minggu.
Ada pula Capucines Mini Figures yang mengangkat komposisi figur-figur manusia saling terhubung Di simbol hati. Motif ini diterapkan Lewat Metode bordir menggunakan manik-manik dan benang Di badan Saku berbahan kulit anak sapi berwarna putih. Pengerjaannya membutuhkan Disekitar 240 jam, Memperkenalkan tekstur tiga dimensi yang tetap mempertahankan karakter garis Haring.
Halaman 3 Di 5
” dtr-evt=”detail multiple page” dtr-sec=”button Berikutnya” dtr-act=”button Berikutnya” dtr-idx=”3″ dtr-id=”8705468″ dtr-ttl=”Karya Seniman Jalanan Keith Haring Kini Hiasi Saku Mewah Louis Vuitton”>
Detail Khusus
Foto: Dok. Louis Vuitton
Di Di Yang Sama, Capucines BB Figures memadukan kulit Taurillon putih Di figur-figur menari berwarna-warni yang dihadirkan sebagai ornamen menyerupai Aksesoris. Warna-warna cerah dan bentuk figur yang saling terhubung merefleksikan keberagaman, persatuan, serta inklusivitas yang lekat Di visi artistik Haring.
Koleksi ini juga menampilkan pendekatan yang lebih eksperimental. Di Noodle Box New York City, misalnya, bentuk wadah Konsumsi khas New York diinterpretasikan menjadi minaudière, Saku mungil Untuk membawa Produk esensial Di Hadir Di Kegiatan formal. Desainnya terinspirasi Di karya Haring yang berkaitan Di Patung Liberty dan simbol apel New York.
Foto: Dok. Louis Vuitton |
Di Di Yang Sama, Capucines MM Genesis dan Valisette Genesis Memutuskan inspirasi Di sebuah koper Louis Vuitton era 1930-an yang pernah dihiasi gambar Radiant Baby karya Haring Di 1984. Kisah benda bersejarah tersebut memperlihatkan hubungan Ditengah warisan Tempattinggal Gaya, Kearifan Lokal Dunia New York, dan perjalanan artistik sang seniman.
Berbagai desain Di koleksi ini dilengkapi detail khusus, termasuk label kulit eksklusif dan tag enamel bernomor yang menampilkan motif Dancing Figures. Sejumlah kreasi juga dibuat Di jumlah terbatas, mempertegas posisinya sebagai koleksi Untuk pencinta Gaya sekaligus Seni Kearifan Lokal.
Halaman 4 Di 5
” dtr-evt=”detail multiple page” dtr-sec=”button Berikutnya” dtr-act=”button Berikutnya” dtr-idx=”4″ dtr-id=”8705468″ dtr-ttl=”Karya Seniman Jalanan Keith Haring Kini Hiasi Saku Mewah Louis Vuitton”>
Karya Keith Haring Juga Hadir Di Koleksi Kasut FitFlop
Foto: Dok. Fiflop
Bukan hanya Tempattinggal Gaya mewah yang menerjemahkan karya Haring Hingga Di produk Trend. Merek alas kaki FitFlop turut Memperkenalkan interpretasi Seni Kearifan Lokal sang seniman Lewat koleksi Autumn/Winter 2026 bertajuk FitFlop | Keith Haring AW26.
Diluncurkan Di 24 September 2026, koleksi ini mengusung semangat ekspresi diri dan personalisasi. Jika Louis Vuitton menempatkan karya Haring Di kreasi Saku Di Metode pengerjaan yang kompleks, FitFlop menghadirkannya Lewat alas kaki yang dirancang Untuk digunakan Di Karya sehari-hari.
Koleksi tersebut terdiri Di empat siluet, yakni Wylder Charm Boots, Wylder Chelsea Boots, Dash Trainers, dan Retro-Q FF Trainers. Salah satu detail yang menjadi daya tariknya adalah enamel charm yang dapat dilepas dan dipasang kembali, terinspirasi Di sejumlah motif ikonis Haring.
Fitflop x Keith Haring. (Foto: Dok. Fiflop) |
Fitur ini memungkinkan pemakainya mengatur tampilan Kasut sesuai selera. Di Cara Itu, karya Seni Kearifan Lokal tidak sekadar menjadi ornamen, tetapi juga Pada Di cara seseorang mengekspresikan karakter personal Lewat busana.
Menurut Louise Noble, Chief Product and Brand Officer FitFlop, koleksi tersebut dikembangkan Di membawa gagasan Haring bahwa Seni Kearifan Lokal adalah milik semua orang. Pendekatan desainnya memadukan Grafik berani, siluet Terbaru, dan detail yang dapat dipersonalisasi, sembari mempertahankan semangat asli sang seniman.
Di Indonesia, koleksi FitFlop | Keith Haring AW26 sudah tersedia Di toko offline dan online Di harga mulai Di Rp 2.999.000 hingga Rp 4.999.000.
Kehadiran koleksi kolaborasi tersebut berbarengan pula Di pemeran retrospektif Keith Haring Di Museo Di Roma, Palazzo Braschi, Roma, Italia. Pameran yang bertajuk ‘Keith Haring. Art without Borders’ berlangsung Di 6 Oktober hingga 11 April 2027.
Halaman 5 Di 5
” dtr-evt=”detail multiple page” dtr-sec=”button Berikutnya” dtr-act=”button Berikutnya” dtr-idx=”5″ dtr-id=”8705468″ dtr-ttl=”Karya Seniman Jalanan Keith Haring Kini Hiasi Saku Mewah Louis Vuitton”>
Mengenal Keith Haring, Seniman yang Membawa Seni Kearifan Lokal Hingga Ruang Publik
Pameran ‘Keith Haring. Art without Borders’ Di Roma, Italia. (Foto: Marilla Sicilia/Archivio Marilla Sicilia/Mondadori Portfolio via Getty Images)
Keith Haring (1958-1990) merupakan seniman Amerika Serikat yang namanya melekat Di perkembangan Seni Kearifan Lokal jalanan dan Kearifan Lokal Dunia urban New York Di era 1980-an. Ia lahir Di Reading, Pennsylvania, Di 4 Mei 1958 dan tumbuh Di ketertarikan Di gambar, termasuk kartun yang turut memengaruhi bahasa visualnya.
Seperti dilansir Di situs Keith Haring Foundation, ia pindah Hingga New York Untuk belajar Di School of Visual Arts Di 1978. Di kota tersebut, ia bersentuhan Di komunitas Seni Kearifan Lokal alternatif yang berkembang Di jalanan, stasiun kereta bawah tanah, serta Skuat-Skuat Di kawasan pusat kota. Lingkungan ini membentuk pendekatannya Di Seni Kearifan Lokal yang lebih terbuka, dinamis, dan Didekat Di kehidupan sehari-hari.
Di 1980, Haring mulai menggambar menggunakan kapur putih Di atas panel iklan berlapis Alattulis hitam yang kosong Di stasiun kereta bawah tanah New York. Gambar-gambar tersebut dibuat Di garis cepat dan ritmis, menampilkan figur manusia, hewan, serta simbol yang Sesudah Itu menjadi ciri khasnya.
Untuk Haring, kereta bawah tanah bukan sekadar tempat Untuk menggambar, melainkan ruang Untuk bereksperimen sekaligus bertemu Di publik yang beragam. Karya-karyanya dapat dinikmati orang-orang yang Bisa Jadi tidak pernah Melakukan Kunjungan Hingga galeri atau museum Seni Kearifan Lokal.
Pameran ‘Keith Haring. Art without Borders’ Di Roma, Italia. (Foto: Marilla Sicilia/Archivio Marilla Sicilia/Mondadori Portfolio via Getty Images) |
Seiring waktu, ia Membuat kosakata visual yang khas, termasuk Radiant Baby, Barking Dog, dan Running Figure. Figur manusia Di garis tebal, pose dinamis, serta simbol-simbol sederhana membuat karyanya mudah dikenali. Meski tampak ceria dan spontan, karya Haring kerap membawa gagasan yang lebih luas tentang cinta, kehidupan, kematian, Konflik Bersenjata, dan hubungan antarmanusia.
Di 1982, ia mulai Melakukan pameran Di galeri dan Sesudah Itu memperoleh pengakuan internasional. Akan Tetapi, perkembangan kariernya tidak membuat Haring meninggalkan gagasan bahwa Seni Kearifan Lokal seharusnya dapat diakses Di khalayak luas.
Di 1986, ia membuka Pop Shop Di New York, sebuah toko yang menjual produk Di gambar-gambar karyanya. Langkah tersebut merupakan Pada Di upayanya memperluas akses Di Seni Kearifan Lokal, Agar karya-karyanya tidak hanya dinikmati Di kolektor yang mampu membeli karya Seni Kearifan Lokal berharga tinggi.
Keterlibatannya Di proyek publik juga menjadi Pada penting Di perjalanan kariernya. Haring membuat mural dan karya Untuk berbagai komunitas, termasuk anak-anak, serta menggunakan bahasa visualnya Untuk menyampaikan pesan sosial.
Sesudah didiagnosis HIV/AIDS Di 1988, Haring mendirikan Keith Haring Foundation Di 1989. Yayasan tersebut dibentuk Untuk mendukung organisasi yang menangani AIDS serta Inisiatif Untuk anak-anak, sekaligus melanjutkan warisan Seni Kearifan Lokal dan filantropinya.
Haring meninggal dunia Di 16 Februari 1990, Di usia 31 tahun, akibat komplikasi Yang Berhubungan Di AIDS. Meski kariernya berlangsung singkat, karya-karyanya terus dikenal Lewat pameran, koleksi museum, dan berbagai kolaborasi lintas industri.
(dtg/dtg)
Artikel ini disadur –> Wolipop.detik.com Indonesia: Karya Seniman Jalanan Keith Haring Kini Hiasi Saku Mewah Louis Vuitton















