–
Sepekan Sebelumnya Hari Batik Nasional yang jatuh setiap 2 Oktober, para desainer anggota Ikatan Perancang Gaya Indonesia (IPMI) atau Indonesian Trend Designer Council (IFDC) sudah merayakan batik Hingga panggung Kain Kebiasaan Dunia. Persembahan kali ini mengeksplorasi keluwesan wastra klasik ini ketika disandingkan Bersama material denim yang kontras.
Sebagai kedua kalinya, Kain Kebiasaan Dunia Bersama Dukungan Bakti Kebiasaan Dunia Djarum Foundation digelar Untuk rangkaian Trend Nation yang merupakan agenda Gaya tahunan Senayan City.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga Trend Nation 2026, Kain Kebiasaan Dunia yang tahun ini mengusung tema Satu Napas hadir Bersama Prototipe berbeda meski masih mengangkat batik khas Kudus.
Tahun lalu, masing-masing desainer IPMI membuat satu tampilan busana Bersama batik cap dan tulis Kudus, Bersama menyertakan warna putih yang merepresentasikan ‘Kain’.
“Kali ini, saya men-challenge teman-teman dan diri sendiri Sebagai mengolah batik cap dan mengkombinasikannya Bersama denim,” ujar Denny Wirawan, desainer senior sekaligus anggota IPMI yang ikut mengawal proyek ini, kepada Wolipop.
Denim mewakili bahan yang lebih modern, umum digunakan Sebagai Busana sehari-hari.
Kendati demikian, Hingga tangan 23 desainer IPMI, batik cap dan denim dapat melebur menjadi sebuah tampilan yang tak lekang waktu.
“Seperti yang kita lihat tadi, hasilnya Hingga luar ekspektasi. Teman-teman masih bisa Menunjukkan Cara couture, tapi tetap ada rasa grunge dan edgy sesuai karakter setiap desainer,” ungkap Denny selepas peragaan.
Kreasi mereka sekali lagi menjadi bukti bahwa batik sebagai warisan Kebiasaan Dunia tetap dapat hidup Hingga Ditengah perubahan zaman dan Gaya. Berikut beberapa karya desainer IPMI Hingga panggung Kain Kebiasaan Dunia Trend Nation 2026:
Sebastian Gunawan
|
Foto: Daniel Ngantung/detikcom
|
Rama Dauhan
Foto: Daniel Ngantung/detikcom |
Wilsen Willim
Foto: Daniel Ngantung/detikcom |
Eridani
Foto: Daniel Ngantung/detikcom |
Yogie Pratama
Foto: Daniel Ngantung/detikcom |
(dtg/dtg)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Wolipop.detik.com Indonesia: Merayakan Batik Hingga Panggung Kain Kebiasaan Dunia, Timeless Bersama Padanan Denim















