–
Penilaian Pada Wacana Metropolitan Museum of Art (The Met) Sebagai Melakukan pameran yang mengangkat kiprah John Galliano terus Datang. Suasana juga diperkeruh Di laporan tentang perbuatan antisemitis sang desainer Setelahnya Peristiwa Pidana yang mencoreng reputasinya.
Galliano dijadwalkan menjadi subjek pameran Di sembilan bulan yang diselenggarakan Costume Institute. Pameran tersebut rencananya dibuka bertepatan Di Met Gala 2027, ajang Tren tahunan yang berada Di bawah pengawasan Anna Wintour.
Penolakan datang Di sejumlah pemimpin komunitas Yahudi, donor, hingga tokoh dunia Karyaseni. Sejumlah donor Malahan mengancam Akansegera Menarik Perhatian kembali sumbangan mereka jika pameran tetap digelar sesuai Wacana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penilaian tersebut muncul Sebab rekam jejak Galliano yang pernah dihukum Lembaga Proses Hukum Prancis Di 2011 atas pernyataan bernada kebencian Pada orang Yahudi dan Asia.
Julie Menin, Ketua New York City Council sekaligus salah satu pejabat Yahudi paling senior Di pemerintahan kota, menyebut keputusan The Met sebagai sebuah Kegagalan serius.
Di surat kepada pimpinan museum, Menin menegaskan bahwa institusi Kearifan Lokal Global Memiliki tanggung jawab Sebagai Menunjukkan bahwa kebencian dan fanatisme Memiliki konsekuensi. “Kata-kata penting, dan siapa yang kita pilih Sebagai diangkat adalah pernyataan langsung tentang nilai-nilai kita dan apa yang bersedia kita toleransi,” tulisnya seperti dikutip The New York Times.
Direktur The Met Max Hollein mengatakan pihak museum memahami kekhawatiran yang muncul. “The Met tidak menoleransi antisemitisme, rasisme, atau prasangka Di bentuk apa pun,” kata Hollein.
|
John Galliano bersama Bernard Arnault, pendiri LVMH yang menaungi Tempattinggal Tren Dior dan Givenchy, Di 2009. (Foto: Stephane Cardinale/Corbis via Getty Images)
|
Ia menambahkan bahwa pihak museum Ditengah berkonsultasi Di pemimpin komunitas Yahudi dan pemangku kepentingan lainnya Sebagai memastikan pameran dan Met Gala tahun Didepan memenuhi standar moral dan etika museum.
Galliano sendiri Memiliki perjalanan karier yang panjang Di dunia Tren. Sempat menangani Givenchy (dan menjadi desainer Inggris pertama yang memimpin Tempattinggal Tren Prancis), ia Setelahnya Itu pindah Hingga Dior dan menjadikannya sebagai salah satu nama Dunia terkemuka Sebelumnya akhirnya dipecat Setelahnya 15 tahun mengabdi sebagai direktur kreatif Sebab Peristiwa Pidana tersebut.
Setelahnya meminta maaf dan menjalani rehabilitasi, Galliano Setelahnya Itu mempelajari Topik Yudaisme, antisemitisme, dan Holocaust. Di 2014, empat kali Kemenangan British Designer of the Year ini kembali Hingga industri Tren sebagai direktur kreatif Maison Margiela dan bertahan Di satu dekade.
Anna Wintour, yang Di ini mendukung Galliano dan membantunya kembali Hingga dunia Tren, Berkata bahwa sang desainer layak Merasakan pameran berskala besar. “Tidak ada seorang pun yang lebih pantas Merasakan pameran sebesar ini selain John Galliano,” ujar Wintour. Menurutnya, karier Galliano tidak semestinya didefinisikan hanya Di satu momen.
Andrew Bolton, kurator Costume Institute Di Metropolitan Museum of Art, New York City. (Foto: AP Photo/Jocelyn Noveck) |
Andrew Bolton, kurator Costume Institute, mengatakan bahwa sejarah kelam Galliano justru tidak Akansegera diabaikan Di pameran. “Tidak ada penilaian kritis Pada karier sang desainer yang dapat lengkap tanpa Menyoroti secara langsung kegagalannya,” kata Bolton. Tetapi, ia menegaskan bahwa pameran tersebut tidak bertujuan menentukan apakah Galliano layak Merasakan pengampunan.
David Ingber, tokoh senior kehidupan Yahudi Di 92NY sekaligus rabbi pendiri sinagoga Romemu, Memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, keputusan menempatkan Galliano sebagai pusat perhatian institusi Kearifan Lokal Global sebesar The Met menimbulkan persoalan moral.
“Di menempatkan Galliano sebagai pusat, The Met telah menempatkan komunitas Yahudi Di posisi serba salah. Pertanyaannya bukan apakah mereka bisa melakukan ini, tetapi apakah mereka seharusnya melakukannya,” ujarnya.
Di Ditengah perdebatan ini, muncul laporan mengenai dugaan insiden Di 2019 ketika Galliano disebut melontarkan komentar Yang Berhubungan Di bahasa Ibrani kepada dua perempuan Di sebuah spa Di Italia. Salah satu saksi, Lauren London, mengaku kepada New York Times mendengar Galliano berulang kali meneriakkan “Merry Christmas!” ketika seorang perempuan berbicara Di bahasa Ibrani. Galliano Melewati juru bicaranya membantah kejadian tersebut.
Di Ditengah Perdebatan, The Met disebut Ditengah Merencanakan perubahan jadwal Met Gala 2027 Sebab tanggal penyelenggaraannya bertepatan Di Yom HaShoah, hari peringatan Holocaust dan kepahlawanan.
(dtg/dtg)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Wolipop.detik.com Indonesia: Perdebatan Pameran John Galliano Di MET Gala 2027, Tokoh Yahudi Angkat Bicara












