Jakarta, CNBC Indonesia – Pekerjaan sebagai influencer terkenal seperti Pembuat Konten Video Mr. Beast, hingga pesohor media sosial Untuk negeri, Raffi Ahmad, menjadi impian banyak orang.
Akan Tetapi, ternyata dunia kreator konten tak seindah yang terlihat Hingga layar HP Anda. Industri tersebut sudah makin sesak dan memunculkan persaingan sengit Sebagai Merasakan cuan.
Platform pun tak seroyal dulu Menyediakan komisi Hingga para kreator konten. Para brand kawakan juga lebih pilih-pilih Sebagai bekerja sama Bersama influencer.
Setidaknya begitu menurut laporan The Wall Street Journal. Salah satu contohnya adalah Clint Brantley yang merupakan kreator konten full-time Dari tiga tahun lalu.
Brantley membagikan konten Hingga TikTok, YouTube, dan Twitch. Kebanyakan kontennya seputar Gaya yang berkaitan Bersama game mobile Fortnite.
Meski Memperoleh lebih Untuk 400.000 follower Bersama rata-rata view Di kontennya lebih Untuk 100.000, penghasilan Brantley Di tahun lalu lebih kecil daripada gaji median tahunan pekerja full-time Hingga AS Di 2023 sebesar US$ 58.084 atau Rp 950 jutaan.
Pria berusia 29 tahun itu tak siap berkomitmen Sebagai menyewa apartemen Sebab penghasilannya yang tak tetap. Di ini, Brantley masih tinggal Bersama ibunya Hingga Washington. “Saya sangat rentan,” ujarnya, dikutip Untuk The Wall Street Journal, Sabtu (26/10/2024).
The Wall Street Journal menuliskan bahwa meraih penghasilan yang layak dan dapat diandalkan sebagai kreator konten adalah hal yang sulit, dan Akansegera makin sulit.
Platform makin lama makin kecil membagikan uang Sebagai unggahan populer. Hingga sisi lain, para brand lebih spesifik memilih kesepakatan Bersama influencer.
Situasi ini diperparah Bersama ancaman TikTok diblokir Hingga AS Di 2025 mendatang. Banyak kreator konten yang waswas apakah masih bisa meraup penghasilan Untuk media sosial jika salah satu channel sumber uangnya dihapus.
Industri Influencer Makin Sesak
Menurut laporan Goldman Sachs Di 2023, ratusan juta orang Hingga seluruh dunia mengunggah konten yang menghibur dan mengedukasi Hingga media sosial. Disekitar 50 juta orang mengumpulkan uang Untuk sana.
Bank Penanaman Modal Untuk Negeri tersebut Mengantisipasi jumlah kreator yang menghasilkan pendapatan Akansegera tumbuh Di tingkat tahunan sebesar 10% hingga 20% Di tahun 2028.
Hal ini berkontribusi Di penambahan jumlah pencari nafkah, meski Departemen Tenaga Kerja tidak melacak gaji para influencer.
Secara rata-rata, kreator konten butuh waktu bulanan Malahan tahunan Sebagai mengumpulkan pendapatan Untuk platform media sosial, kerja sama brand, hingga link affiliate. Akan Tetapi, makin banyak yang mencari rezeki Untuk industri ini, makin kecil pula ‘kue’ yang harus dibagi-Untuk.
Menurut NeoReach, Di tahun lalu 48% influencer mengumpulkan kurang Untuk US$ 15.000 atau Rp 245 jutaan. Hanya 14% yang mengumpulkan uang lebih Untuk US$ 100.000 atau Rp 1,6 miliar.
Ketimpangan pemasukan influencer ini ditentukan beberapa faktor. Misalnya apakah influencer bekerja secara full-time atau part-time, tipe konten yang dibagikan, hingga durasi mereka berkarir sebagai influencer.
Beberapa orang yang terkenal Di Penyebara Nmassal Covid-19 dan fokus Di topik yang populer seperti fesyen, Penanaman Modal Untuk Negeri, dan hack Cara Hidup, mengaku sangat terbantu Sebab momentumnya pas.
Akan Tetapi, Hingga balik itu semua, kreator konten mengaku pekerjaan ini sangat menguras energi dan mental. Mereka harus selalu memikirkan konten apa yang Akansegera disukai audiens dan Memutuskan momentum yang tepat.
Influencer menghabiskan waktu berhari-hari Sebagai merencanakan konten, memproduksi, hingga Lewat proses edit Sebagai diunggah Hingga media sosial. Mereka juga harus selalu berinteraksi Bersama para fans Sebagai menjaga popularitas.
“Ini adalah pekerjaan yang sangat berat dibandingkan apa yang dikira kebanyakan orang,” kata analis Emarketer, Jasmine Enberg.
“Kreator yang bisa hidup Bersama menjadi influencer telah melakukan pekerjaan ini Di bertahun-tahun. Kebanyakan tak Karena Itu besar Untuk waktu singkat,” kata analis tersebut.
Lebih Dar Iitu, para influencer yang bekerja secara mandiri tidak Merasakan keuntungan seperti pekerja kantoran. Merak tak Merasakan jaminan Keadaan, uang pensiun, serta bonus tahunan.
Hingga Ditengah Kenaikan Fluktuasi Harga Dan Jasa dan ketidakpastian ekonomi, influencer Berusaha Mengatasi tekanan yang kian sulit Sebagai mengamankan keuangan mereka.
Penghasilan Untuk Platform Makin Kecil
Di 2020-2023, TikTok Memperoleh Langkah pendanaan Sebagai kreator hingga US$ 1 miliar. YouTube Lewat fitur Shorts juga memungkinkan kreator menghimpun uang Disekitar US$ 100-10.000 per bulan Bersama Langkah pendanaan Sambil.
Lalu, Instagram Reels Menyediakan Pengakuan Hingga kreator Untuk jumlah yang fluktuatif. Bonus besar itu menjadi Pendekatan agar makin banyak orang membuat konten Hingga platform mereka.
Akan Tetapi, kini platform mulai mengubah Keputusan pembayaran Sebagai kreator konten. Syarat Sebagai penghasilan TikToker kini diperbanyak. Setidaknya harus Memperoleh 10.000 follower Bersama view minimum 100.000 Untuk sebulan.
Instagram juga Ditengah menguji coba Langkah ‘invitation-only’ yang Menyediakan Pengakuan uang Untuk kreator yang membagikan Reels dan foto.
YouTube Mengintroduksi Langkah pembagian uang iklan Di tahun lalu Sebagai kreator Shorts yang Memperoleh setidaknya 1.000 subscriber dan 10 juta view Untuk 90 hari. Mereka Akansegera diberikan pembagian pendapatan iklan 45% Sebagai konten yang mereka bagikan.
Makin lama, TikToker mengaku makin susah cari duit. Salah satunya Ben-Hyun yang mengatakan Di Maret lalu Merasakan US$ 200-400 per satu juta view. Akan Tetapi, kini pendapatannya kian menurun meski follower-nya bertambah banyak hingga 2,9 juta.
Ben-Hyun mengaku kini hanya Merasakan US$ 120 Sebagai video yang menghimpun 10 juta view. Hal ini Menunjukkan, meski influencer Memperoleh audiens banyak, tetap sulit Sebagai memonetisasinya jika hanya berharap Di pendapatan Untuk platform.
Danisha Carter juga membagikan keresahan serupa. Ia mengatakan TikTok-nya Memperoleh 1,9 juta pengikut.
Menurutnya, para konten kreator berhasil membuat audiens ‘ketagihan’ Hingga platform online dan mendatangkan pendapatan miliaran Matauang Asing AS Hingga TikTok dkk.
Akan Tetapi, bayaran Sebagai influencer tak setimpal. Ia mengaku Merasakan pendapatan Untuk TikTok Bersama total US$ 12.000. Sebagai menambah pendapatan, ia memutuskan membuat merchandise dan mampu menghasilkan uang US$ 5.000 Di tahun lalu.
“Kreator harus dibayar adil Bersama persentase yang sesuai Bersama pendapatan yang diraih Alat Lunak,” kata Carter.
“Harus ada transparansi soal bagaimana kami dibayar, dan kebijakannya harus konsisten,” ia menyarankan.
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Raffi Ahmad Dkk Terancam Miskin, Sinyalnya Sudah Terlihat Hingga Amerika











