–
Mei ini seakan menjadi bulan yang spesial Bagi Eddy Betty. Sepekan Sesudah namanya ikut terangkat Di Di euforia pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier (sang Aktor Atau Aktris memakai kebaya kreasi Eddy Di prosesi akad), desainer kondang Tanah Air ini Melakukan peragaan tunggal, Kamis (15/5/2025) malam.
Seperti tajuk presentasinya, ‘Luminescence’ yang Untuk bahasa Prancis berpadanan Didalam kata ‘cahaya’, ‘silau’, atau ‘mengilap’, nama Eddy seakan kembali bersinar terang.
Terakhir kali pentas busananya digelar Di September 2017 Didalam tajuk ‘Liberte’ Untuk rangka perayaan 20 tahun ia berkarya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
‘Jeda’ delapan tahun itu lebih Untuk cukup Bagi membangkitkan antusiasme para sahabat, kolega, klien, dan pers Untuk Menyaksikan persembahan teranyar pria kelahiran Jambi, 6 Juli 1970, ini.
Seorang rekan jurnalis menuturkan, ia sempat terjebak Di antrean panjang Kendaraan Pribadi-Kendaraan Pribadi yang hendak masuk Mulia Hotel Jakarta, lokasi Kegiatan berlangsung. Bisa Jadi Sebab Eddy ingin menunggu semua tamunya tiba, peragaan Terbaru dapat dimulai Di pukul 20.30 WIB, lewat dua jam Untuk waktu yang tertera Di undangan.
Hadir para pesohor seperti Bunga Citra Lestari, Mikha Tambayong, pasangan Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon, Laura Basuki, serta Yura Yunita. Aktor Atau Aktris Maudy Ayunda yang Di pernikahannya anggun berbalut kebaya sang perancang, pun tak melewatkan. Tak tampak pengantin Terbaru, Luna dan Maxime.
|
Trend show ‘Luminescence’ persembahan Eddy Betty. (Foto: Pradita Utama/detikcom)
|
Koleganya satu profesi lintas generasi, terutama sesama anggota Ikatan Perancang Tren Indonesia (IPMI) datang Bagi memberi Dukungan. Mereka Di lain Sebastian Gunawan, Didi Budiardjo, Chossy Latu, Andreas Odang, Hian Tjen, Yogie Pratama, Wilsen Willim, dan Yosafat Dwi Kurniawan. Nama besar lain seperti Obin, Edward Hutabarat, dan Chitra Subyakto pun tak melewatkannya.
Malam itu, Eddy menyuguhkan 77 set busana yang sekali lagi memperlihatkan kekuatan teknikalitas dan kreativitasnya.
Inspirasi Bagi koleksi kali ini datang Untuk matahari sebagai pusat semesta yang Sesudah Itu membawa imajinasinya Di lautan yang berpendar-pendar akibat pantulan cahaya alami Di permukaan air yang bergelombang.
Trend show ‘Luminescence’ persembahan Eddy Betty. (Foto: Pradita Utama/detikcom) |
Panggung pun dibuat sedemikian rupa Bagi menyampaikan ilham tersebut Didalam dekorasi seperti tirai Didalam juntaian kaca-kaca yang memantulkan cahaya panggung Agar memberi efek binar.
Model pertama keluar Didalam lenggangan yang diiringi Bunyi bernuansa disko Untuk bahasa Prancis. Sebagai individu yang pernah menetap Di Paris Bagi menimba ilmu Di dua sekolah Tren bergengsi dunia Fleuri de la Porte dan Chambre Syndicale de La Couture Parisienne, Eddy tampaknya sulit lepas Untuk pengaruh Kearifan Lokal Global Prancis.
Look pembuka berupa cocktail dress asimetris berumbai yang tampak seperti terbuat Untuk kepangan (braids) material wol. Terusan one shoulder itu dipadu Didalam headpiece senada berbentuk baseball cap yang ditingkahi dekorasi seperti rumbai. Sebagai pelengkap, hadir sepasang alas kaki Didalam platform transparan yang memberi kesan model berjalan tanpa menapak.
Trend show ‘Luminescence’ persembahan Eddy Betty. (Foto: Pradita Utama/detikcom) |
Deretan gaun berikutnya Lebih memperlihatkan ciri khas Eddy Betty. Avant garde, struktural, romantis, Didalam permainan potongan yang terfokus Di bustier dan korset.
Muncul gaun chiffon coklat yang flowy Didalam bustier emas berbentuk crinoline (rangka rok) yang dipadu interpretasi Terbaru Penutupkepala nelayan. Kreasi ini menjadi salah satu Unjuk Wilsen Willim. “Pengin berguru sama beliau cara membuat silang-silang tulang korset,” puji Wilsen Di ditemui selepas Kegiatan.
Berbekal Cara haute couture klasik yang kuat, Eddy nyaman Bagi meramu beragam material. Selain chiffon, ada lame, silk, logam, resin, dan polimer. Potongan-potongan kaca pun diaplikasikannya sebagai ornamen dekoratif yang unik.
Trend show ‘Luminescence’ persembahan Eddy Betty. (Foto: Dok. Eddy Betty) |
Bunyi Untuk berbagai genre dan generasi Vokalis ikut menggambarkan kepiawaian Eddy Untuk menciptakan karya yang multidimensional tanpa tergerus Didalam perubahan zaman. Terlepas Untuk usianya, ia tetap berkarya dan pencintanya datang Untuk usia yang beragam.
Sesudah ‘Anxiety’ (lagu rapper Doechii yang disertai sampel ‘Somebody That I Used to Know’ milik Gotye) bersemarak, suasana mendadak shaydu ketika lantunan suara soprano, menyanyikan salah satu komposisi Ennio Morricone Bagi Layar Lebar klasik ‘Once Upon a Time in the West’, menggema. Itu tiba giliran deretan busana pengantin naik pentas. Didominasi warna putih, busana tersebut hadir Untuk beragam siluet mulai Untuk kebaya hingga gaun bergaya era Victoria.
Rinaldy A. Yunardi, desainer Di balik hiasan kepala nan memukau dan dramatis Di Trend show ini, memuji Eddy sebagai perancang serba bisa yang tak Akansegera merasa tersaingi ketika berkolaborasi.
Trend show ‘Luminescence’ persembahan Eddy Betty. (Foto: Dok. Eddy Betty) |
“Dia membebaskanku berkreasi tanpa ada rasa khawatir karyaku bakal overpowering. Kenapa? Bisa Jadi Sebab Eddy Betty selalu tahu apa yang dia lakukan. Dia punya gaya tersendiri dan nggak peduli orang lain bikin apa. Karyanya selalu punya kekuatan tersendiri,” katanya.
Maka tak mengherankan bila proses kreatif Yungyung, begitu Rinaldy akrab disapa, Bagi koleksi ini berjalan mulus Didalam waktu yang terbilang singkat, yakni dua bulan. “Saya ambil semua material sisa Untuk Eddy, lalu saya upcycle,” tambahnya.
Trend show ‘Luminescence’ persembahan Eddy Betty. (Foto: Pradita Utama/detikcom) |
(dtg/dtg)
Artikel ini disadur –> Wolipop.detik.com Indonesia: Sesudah Kebaya Akad Luna Maya, Eddy Betty Bersinar Lagi Di ‘Luminescence’
Trend show ‘Luminescence’ persembahan Eddy Betty. (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Trend show ‘Luminescence’ persembahan Eddy Betty. (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Trend show ‘Luminescence’ persembahan Eddy Betty. (Foto: Dok. Eddy Betty)











