Surabaya – The Great Show of Everlast Wedding Experience, berlangsung Ke Grand Fullerton Ballroom, Surabaya. Memperkenalkan narasumber, Di lain: Whulyan Attire: Ayu Wulan, Visesa Organizer: Lita Visesa, Malik Intertainment: Malik Atmadja, Mitra Flower: Sumitro, Melodia Production: Riski, Sonokembang Catering: Pramudita, Ruang Foto Work: Bayu.
“Trend busana Wedding 2026, kembali Ke kebaya. Tetapi, Untuk kebayanya tradisional modern, salah satunya adalah suntiang. Bersama Sebab Itu look nya masih kebaya, ada sentuhan tradisional. Walaupun ada sentuhan modern, busana tradisional masih diminati Bersama Gen-z,” tutur Owner Whulyan Attire, Ayu Wulan, Minggu (08/02/2026).

Untuk warna busana, menurut Ayu Wulan, kembali Ke bold. Warna yang dominan, lebih Ke fusia dan biru Ke denim. Sambil, putih masih paten, Sesudah Itu brown burgundy.
“Ada 5 warna 2026, yang menjadi Gaya Ke sepanjang tahun ini. Kalau Untuk kebaya putih prestice, Sebab itu yang paling diminati dan paling sempurna kalau Untuk dibikin kebaya. Untuk bahan tetap satin Sesudah Itu songket. Dipadu padankan seperti batik tulis, juga payet Bersama blink yang Modis,” ungkapnya.
Visesa Wedding Organizer, Lita Visesa, menilai pendekatan berbasis Pengalaman Hidup menjadi Kunci Untuk menjangkau generasi muda. Ada Pelatihan buat Gen Z yang suka Kompleks. Melihat dekorasi, mencoba Peralatan Kecantikan, Justru belajar Bersama Trend show yang melibatkan 20 MUA.
“Prototipe Everlasting ini, mengajak pengunjung menelusuri dimensi waktu pernikahan. Bersama adat Jawa klasik, hingga Prototipe modern Kompleks. Juga melihat dekor siraman atau gaun adat, banyak yang akhirnya tertarik Bersama Prototipe tradisional,” katanya.

Disisi lain, Founder Mitra Flower & Decorations, Sumitro, mengungkapkan, industri pernikahan Di beberapa tahun terakhir, Merasakan penurunan signifikan. Perubahan Cara Hidup Gen Z, yang makin Kompleks. Turut memengaruhi industri dekorasi dan bunga.
“Ke 2025, penurunan pernikahan paling parah. Tahun 2023 Di 1,5 juta, 2024 turun Bersama Sebab Itu 1,4 juta, padahal dulu 2013 masih 2,2 juta pernikahan. Sekarang yang penting foto bagus. Bunga artificial makin dominan, bunga asli makin jarang dipakai, padahal keindahan bunga asli itu beda,” ujarnya.
Sambil Itu, Founder Malik Entertainment, Malik Atmadja, menyebut Surabaya masih menjadi barometer industri pernikahan nasional.
“Jawa Timur, khususnya Surabaya, masih menjadi kiblat wedding Ke Lokasi lain. Mulai Bersama dekorasi, Bunyi, hingga Prototipe Kegiatan banyak ditiru Lokasi lain,” katanya.
Melodia Production, Riski, memaparkan, Lewat Everlasting, pihaknya ingin kembali mengedukasi Gen Z agar mengenal nilai estetika pernikahan yang lebih autentik. Baik
“Soal pergeseran Kearifan Lokal Dunia, industri harus adaptif tanpa kehilangan makna. Pergeseran pasti ada, tetapi harus diikuti Bersama Pelatihan. Modernisasi dan Ilmu Pengetahuan harus dipakai Untuk memperkuat nilai pernikahan, bukan menghilangkannya. Bersama orkestra juga Karyaseni Bunyi, menghidupkan pernikahan,” tuturnya.
Ruang Foto Work, Bayu, menambahkan, “Pernikahan itu simple, apapun jenis pernikahan, pestanya, dekorasinya. Terpenting adalah ekspresi Di pemotretan. Sebab pernikahan bisa terlihat indah, Bersama ekspresi kedua pihak mempelai,” pungkasnya.
The Great Show of Everlast, Wedding Experience, Whulyan menampilkan lebih Bersama 50 koleksi gaun pengantin. Mulai Bersama Prototipe klasik hingga modern, Untuk membantu pasangan mewujudkan wedding dream mereka.
Suksesnya Kegiatan ini, juga didukung 32 vendor lainnya. Tak hanya pameran, Kegiatan ini juga dikemas Bersama Trend show dan orkestra Bunyi yang menyasar selera Gen Z, serta dikampanyekan secara masif Ke media sosial. (M9)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: The Great Show of Everlast Wedding Experience, Gemerlap Pernikahan Gaya 2026












