Jakarta –
Skin booster yang disebut menggunakan bahan Untuk tubuh orang yang telah meninggal dunia Di ramai diperbincangkan. Perawatan Medis tersebut diketahui merujuk Di Elravie Re2O, produk injeksi anti-aging asal Korea Selatan yang menggunakan jaringan kulit manusia Untuk donor yang telah meninggal dunia.
Dikutip Untuk laman Metro, secara sederhana, mantan Praktisi Medis unit gawat darurat yang kini menjadi praktisi estetika, Dr Taylor-Davies menjelaskan bahwa bahan tersebut berasal Untuk jaringan kulit donor yang telah meninggal dunia dan telah Menyediakan persetujuan Sebagai penggunaan jaringannya.
Jaringan tersebut Sesudah Itu diproses Sebagai menghilangkan sel dan materi genetik donor, Sambil protein struktural seperti kolagen dan elastin tetap dipertahankan. Sesudah itu, jaringan dimurnikan, disterilkan, dan diolah menjadi partikel berukuran sangat kecil yang dapat digunakan Melewati injeksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk istilah medis, bahan tersebut disebut processed human dermal matrix. Istilah ini dinilai lebih tepat Sebagai menggambarkan bahan yang digunakan dibandingkan menyebutnya sebagai “kolagen Untuk tubuh orang yang telah meninggal”.
“Yang digunakan hanyalah jaringan kulit yang seluruh selnya telah dihilangkan Sebagai mencegah terjadinya penolakan Didalam sistem Dayatahan Tubuh dan efek Samping berupa alergi,” kata Kim Han-saem, Praktisi Medis kulit sekaligus kepala DoD Dermatology Clinic Di Seoul, kepada Bloomberg.
Dikutip Untuk laman Miami Herald, Dr Ben Taylor-Davies, menjelaskan bahwa jaringan Untuk jenazah tersebut diproses Sebagai menghilangkan sel dan materi genetik donor. Di Pada Yang Sama, protein struktural seperti kolagen dan elastin tetap dipertahankan. Jaringan tersebut Sesudah Itu dimurnikan, disterilkan, dan diolah menjadi partikel berukuran sangat kecil agar dapat disuntikkan.
“Peneliti melaporkan adanya perbaikan Di kepadatan dan elastisitas kulit, kerutan, pori-pori, serta hidrasi Sesudah Perawatan Medis. Hal ini Menunjukkan bahwa pasien Mungkin Saja Merasakan kulit yang lebih halus, kencang, dan terhidrasi Didalam tekstur yang secara keseluruhan lebih baik,” ujar Dr Taylor-Davies Melewati Metro.
Akan Tetapi, Eksperimen tersebut masih Memperoleh sejumlah keterbatasan. Studi hanya berlangsung Di 20 minggu, melibatkan jumlah peserta yang relatif sedikit, dan dilakukan Didalam peneliti yang terlibat Untuk Pembuatan produk.
(elk/kna)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia: Viral Di Sosmed, Skin Booster Kolagen Korsel Ini Pakai Jaringan Kulit Mayat











