Jakarta, CNBC Indonesia – Beberapa waktu belakangan ini, gerakan “4B” Di Korea Selatan telah Memikat perhatian Di Amerika Serikat (AS) Setelahnya Donald Trump resmi menjadi Pemimpin Negara AS terpilih Di Pemilihan Pemimpin Negara (Pilpres) 2024. Apa itu gerakan “4B”?
Melansir Untuk The Korea Herald, “4B” adalah gerakan yang muncul Di Di 2018 lalu yang muncul Di Ditengah kelompok perempuan. Gerakan sukarela ini Merangsang para perempuan Untuk menolak pernikahan heteroseksual, melahirkan, berkencan, atau berhubungan seks Di laki-laki.
Istilah “4B” ini merupakan singkatan yang terdiri atas kata “bihon” (tidak menikah), “bichulsan” (tidak melahirkan), “biyeonae” (tidak berkencan), dan “bisekseu” (tidak berhubungan seks). Di dasarnya, gerakan “4B” Merangsang para perempuan Untuk sepenuhnya melepaskan diri Untuk hubungan Di laki-laki.
Gerakan yang semula muncul Di Korea Selatan ini menjalar Hingga Amerika Serikat. Menurut laporan, jumlah perempuan AS yang mulai melirik gerakan “4B” Lebihterus banyak Setelahnya Unggul Trump Untuk pilpres Di pekan lalu.
Walaupun Trump mengatakan Berencana memveto (membatalkan keputusan) larangan aborsi federal, ia telah mendukung hak Negeri Dibagian Untuk memilih melarang atau membatasi akses aborsi Setelahnya pembatalan Roe v Wade. Di Samping Itu, Trump juga mengaku telah mencalonkan hakim Untuk mengabulkan putusan tersebut.
Berdasarkan berbagai laporan, pemilihannya dan nasib hak aborsi yang tidak menentu membuat beberapa perempuan AS mulai Merencanakan gerakan “4B”. Hal ini mulai tampak Untuk sejumlah unggahan Di X (Sebelumnya Itu Twitter).
“Perempuan AS, sepertinya sudah waktunya Untuk terpengaruh Dari gerakan “4B” Korea,” tulis salah satu Pemakai X, dikutip Selasa (12/11/2024).
“Sudah saatnya kita bergabung Di gerakan ini. Laki-laki TIDAK Berencana diberi Apresiasi atau Memiliki akses Hingga tubuh kita,” sambung unggahan tersebut.
Menurut Gaya Google, penelusuran kata Kunci “4B” telah mencapai titik tertinggi sepanjang masa Di Rabu waktu setempat Setelahnya Pemungutan Suara Rakyat AS. Minat Pada gerakan tersebut tampak melonjak hingga 450 persen Di AS, terutama Di Washington, DC, Colorado, Vermont, dan Minnesota.
Di Di Yang Sama Di TikTok, video tentang gerakan tersebut telah meraup jutaan penayangan (views) Sebab banyak perempuan muda AS yang Berkata niat Untuk mengikuti Gaya 4B versi mereka sendiri.
Yang Berhubungan Di Trend Populer ini, profesor sosiologi Di Hallym University dan Pemimpin Negara Asosiasi Studi Wanita Korea, Shin Kyung-ah, mengatakan bahwa Trend Populer perempuan AS Untuk mempelajari gerakan “4B” merupakan hal yang sangat positif.
Sebagai informasi, gerakan “4B” sebenarnya pun sempat menjadi perhatian Di Korea Selatan. Sebab, gerakan ini dilatarbelakangi Dari rasa tidak puas Pada Kearifan Lokal Global patriarki yang kuat dan dinilai tak bisa diperbaiki Di Negeri Ginseng.
Lebih rinci, asal-usul gerakan ini berkaitan Di tantangan berkelanjutan yang dihadapi perempuan Pada modernisasi pesatnya ekonomi. Menurut para pengamat, hal itu disebut menggarisbawahi ketidaksetaraan gender yang terus berlanjut, khususnya Untuk kalangan perempuan muda.
Nasib Perempuan Di Korea Selatan
Walaupun telah melampaui laki-laki Untuk tingkat penerimaan mahasiswa Terbaru Sebelum 2005, perempuan Di Korea Selatan masih tergolong kurang beruntung Untuk hal pekerjaan dan upah. Menurut Kementerian Belajar, tingkat penerimaan mahasiswa Terbaru perempuan Di 2020 adalah 81,4 persen, Sambil laki-laki “hanya” 76,4 persen.
Tetapi Di 2023, statistik Untuk Kementerian Kesetaraan Gender dan Statistik Keluarga Korea Menunjukkan bahwa hanya 68 persen perempuan berusia 30-an yang bekerja. Angka ini cukup jauh jika dibandingkan Di 88,9 persen laki-laki berusia 30-an yang bekerja Di tahun serupa.
Korea Selatan juga Memiliki kesenjangan upah gender terburuk Di dunia. Menurut OECD, Di tahun 2022 perempuan memperoleh penghasilan rata-rata 31,2 persen lebih rendah daripada laki-laki alias kesenjangan lebih Untuk dua kali lipat rata-rata OECD.
Sebab, jalur kehidupan tradisional, seperti pernikahan dan melahirkan anak tampak kurang layak Untuk banyak perempuan. Korea Selatan pun Memiliki tingkat kesuburan terendah Di dunia, yakni turun menjadi 0,78 Di 2023.
Di Samping Itu, gerakan “4B” muncul sebagai Dibagian Untuk respons yang lebih luas Pada Tindak Kekerasan gender, terutama yang dipicu Dari Kejahatan Keji seorang perempuan Di Didekat Stasiun Gangnam Di Seoul Di 2016 akibat kebencian umum Pada perempuan.
Peristiwa tragis ini Memikat perhatian nasional Pada berbagai Topik, seperti Kejahatan Keji Pada perempuan dan kejahatan seks digital. Insiden Di Didekat Stasiun Gangnam itu pun membuat banyak muncul diskusi tentang misogini atau Kearifan Lokal Global kebencian Pada perempuan Di Negeri tersebut.
Untuk tatanan Kelompok yang kompleks, gerakan “4B” dan feminisme telah menjadi Topik yang sangat memecah belah Di Korea Selatan. Untuk Pemilihan Pemimpin Negara Yoon Suk Yeol Di 2022 lalu, sosok yang sering menggambarkan diri sebagai Trump versi Korea Selatan itu telah memperdalam perpecahan ini.
Yoon Suk Yeol disebut telah mengusulkan penghapusan Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga. Menurutnya, kementerian tersebut memperlakukan laki-laki sebagai “Kandidat penjahat seks.”
Secara kontroversial, Yoon pun pernah menyalahkan feminisme sebagai biang kerok rendahnya angka kelahiran Negeri itu. Menurutnya, feminisme mengganggu hubungan yang sehat Di laki-laki dan perempuan.
Di Samping Itu, Yoon pernah mengklaim bahwa “diskriminasi struktural berdasarkan gender” sistemik tidak ada Di Korea Selatan, Walaupun ada bukti yang Menunjukkan bahwa perempuan Korea Menyambut Posisi buruk Untuk berbagai indikator ekonomi dan sosial internasional.
Posisi dan pernyataan ini telah memicu kecaman luas Untuk kelompok perempuan dan Lebihterus memecah belah wacana nasional tentang kesetaraan gender.
Gerakan Escape the Corset juga memperoleh momentum. Gerakan ini mendesak para perempuan Untuk menentang standar Keelokan yang kaku Di menolak tata rias dan operasi Makeup. Berdasarkan hal ini, gerakan “4B” tidak hanya menantang standar-standar ini, tetapi juga lembaga-lembaga yang memperkuat sistem patriarki.
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Viral Gerakan 4B Untuk Korea hingga Amerika, Apa Maksudnya?











