–
Bos Hermes punya cara unik Untuk Menyaksikan penjualan produknya. Selagi selalu memastikan brand high end asal Prancis itu selalu memberi pelayanan terbaik, ia juga Menyimak ‘pergerakan’ Didalam melihat harga daging babi. Dikatakan bahwa cara tersebut selalu berhasil Untuk Meramalkan kapan orang-orang Akansegera membeli Kantong lagi.
Ketua eksekutif Hermès, Axel Dumas, Memperoleh metode tersendiri Di mengukur kemungkinan kenaikan kembali penjualan Hermes, terutama Di China. Bukan Nilai Mata Uang Kurs Matauang setempat tapi melihat harga daging babi Di pasaran.
“Daging babi terutama dikonsumsi Di jamuan makan dan restoran, ini merupakan indikator yang baik Untuk perayaan Di China,” kata Axel Dumas kepada para analis Di presentasi pendapatan semester pertama beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Aku tidak mengatakan bahwa semua klien kami sensitif Pada harga daging babi, Tetapi aku menunggu Fluktuasi Harga, yang Akansegera menjadi indikator optimisme dan keinginan Untuk sesuatu yang menyenangkan,” jelasnya dilansir Business of Trend.
Menurut Axel, ketika harga daging babi naik, artinya banyak orang bisa Mengeluarkan cukup banyak uang Untuk bersenang-senang dan makan enak. Hal itu dijadikan pertanda bahwa situasi ekonomi Lagi membaik dan potensi kenaikan penjualan begitu juga Untuk membeli Produk-Produk tersier.
Di China, sayangnya kini pasar Produk mewah dilaporkan Lagi terpukul keras Sebab konsumen membatasi pengeluaran mereka. Padahal pelanggan Di Negeri Tirai Bambu adalah salah satu pendorong utama Untuk industri ini. Kendati Hermès International SCA melaporkan Perkembangan penjualan kuartal kedua yang sesuai Didalam ekspektasi, tidak adanya Perawatan penjualan Di China disebut Didalam para analis sebagai kekhawatiran.
Alex Dumas pun mengakui bahwa pasar China masih belum pulih. Hal ini mendorongnya Untuk mengawasi tidak hanya pasar properti Di sana tetapi juga harga daging babi.
Sayangnya, harga babi Di China sepertinya belum bisa memberinya rasa lega. Harga grosir daging tersebut mencapai titik terendah Di 16 tahun Di bulan lalu. Meski para pedagang telah Memperoleh Dukungan Di pemerintah Untuk membatasi produksi, Perawatan harganya kemungkinan Akansegera memakan waktu lama.
Penjualan Produk-Produk kulit Hermès memang Lagi tidak memenuhi ekspektasi investor. Hal itu Meningkatkan kekhawatiran Sebab brand tersebut bergantung Di pasar China yang juga Lagi melemah. Sahamnya Hermes disebut anjlok sebanyak 11,5 persen Di hari Rabu dan mencapai level terendah Dari Januari 2023.
Hermès memang populer Di China dibanding banyak pesaing brand high end lain. Negeri tersebut menghasilkan Disekitar 43 persen pendapatan perusahaan Di akhir Juni. Sebagai catatan, Untuk brand-brand Di bawah grup LVMH, Asia selain Jepang menyumbang 29 persen pendapatan Di periode yang sama.
(ami/ami)
Artikel ini disadur –> Wolipop.detik.com Indonesia: Cara Bos Hermes Prediksi Kenaikan Penjualan: Pantau Harga Daging Babi











