–
Desainer Peggy Hartanto Sebagai pertama kalinya berkreasi Bersama wastra. Berkolaborasi Bersama Tobatenun, ia membuat koleksi Bersama tenun Batak.
Koleksi tersebut diperkenalkan Di Tullom, perhelatan intim yang digelar Tobatenun Sebagai menandai delapan tahun perjalanannya. Di Kegiatan yang berlangsung Ke Jakarta Ke 9 September 2026 itu, interpretasi Peggy Di Tenun Batak menjadi salah satu sorotan utama.
Kolaborasi ini bermula Bersama pertemuan Peggy Hartanto Bersama Tenun Batak Bersama Tobatenun Di sebuah dialog kreatif yang digagas Ke panggung Karya Kreatif Indonesia Dari Bank Indonesia. Bersama pertemuan tersebut lahir koleksi bertajuk ‘Sang Penari’, yang menawarkan cara pandang Mutakhir Di kain tradisional Batak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk Peggy, tenun tidak sekadar menjadi material yang ditempelkan Ke busana. Ia mengeksplorasinya Melewati permainan bentuk, potongan berpresisi, serta karakter feminin yang Di ini lekat Bersama pendekatan desainnya. Hasilnya adalah busana berbahan Tenun Batak yang terasa lebih Didekat Bersama Life Style masa kini.
Tenun Batak Di Siluet yang Lebih Modern
Di koleksi ini, Tenun ATBM diolah menjadi busana Bersama tampilan kontemporer. Sambil Itu, Tenun Batak Gedogan yang sarat sejarah Memperoleh interpretasi Mutakhir tanpa menghilangkan identitas dan nilai yang terkandung Ke dalamnya.
Salah satu karya yang mencuri perhatian adalah apron vest berbahan Ulos Sadum. Kain tersebut Memperoleh makna sebagai simbol harapan dan Kesenangan. Peggy Sesudah Itu menerjemahkannya Hingga Di bentuk Mutakhir Bersama potongan tepian membulat.
Alih-alih tampil konvensional, bentuk tersebut menghasilkan siluet yang terasa segar dan jenaka. Ke Pada yang sama, makna simbolis Ulos Sadum tetap menjadi Pada penting Bersama desainnya.
Pendalaman tersebut memperlihatkan bagaimana wastra dapat bergerak melampaui konteks tradisionalnya. Ke tangan Peggy, Tenun Batak hadir sebagai Pada Bersama busana modern, Bersama konstruksi dan proporsi yang menawarkan perspektif Mutakhir Untuk pencinta Tren.
Kolaborasi Bersama Peggy Hartanto menjadi salah satu Pada Bersama perhelatan Tullom yang membawa tema tentang Sustainability perjalanan Tobatenun. Di bahasa Batak Toba, ‘tullom’ berarti ‘terus’, merepresentasikan semangat Sebagai terus bergerak, berkembang, dan mencari kemungkinan Mutakhir.
Selain koleksi Peggy, Tullom turut menampilkan koleksi spesial ulang tahun Hingga-8 Tobatenun, kurasi Tenun Songket Batak Bersama Jabu Bonang, serta kolaborasi terbaru Tobatenun Bersama AMOTSYAMSURIMUDA bertajuk Heirloom Fantasy.
Kehadiran koleksi Sang Penari sekaligus menegaskan upaya Tobatenun membawa Tenun Batak Hingga ruang Tren yang lebih luas. Dari berdiri Ke 2018, Tobatenun memang membawa misi melestarikan sekaligus merevitalisasi kain tradisional, khususnya warisan Kearifan Lokal Global Batak, Melewati pemberdayaan komunitas dan Pembaruan produk Sebagai pasar Tren kontemporer.
Bersama lebih Bersama 300 perajin Ke berbagai Area Sumatera Utara, Tobatenun juga menjalankan prinsip fair trade, termasuk memastikan para mitra perajin Memperoleh kompensasi yang layak.
Lewat kolaborasi Peggy Hartanto dan Tobatenun, Tenun Batak kembali Menunjukkan bahwa warisan Kearifan Lokal bisa terus berkembang tanpa kehilangan akar. Sang Penari menjadi contoh bagaimana sebuah kain Bersama sejarah panjang dapat diterjemahkan menjadi busana yang lebih relevan Bersama selera dan kehidupan perempuan masa kini.
(dtg/dtg)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Wolipop.detik.com Indonesia: Peggy Hartanto Perdana Pendalaman Wastra, Hadirkan Koleksi Tenun Batak











