Jakarta –
MSG (Monosodium Glutamat) atau micin telah lama digunakan Sebagai Menyediakan cita rasa gurih Ke berbagai hidangan. Tetapi Di balik popularitasnya, muncul anggapan bahwa mengonsumsi micin bikin bodoh.
Dilansir Untuk situs resmi Health Expert, mitos ini sebagian besar berakar Untuk laporan Perkara Hukum Hukum yang muncul Ke tahun 1960-an, yang dikenal sebagai “Chinese Restaurant Syndrome” (CRS). Pada itu, beberapa orang melaporkan Tanda-Tanda seperti sakit kepala atau mual Sesudah mengkonsumsi Konsumsi Di restoran China, yang menggunakan MSG.
Media Pada itu menyederhanakan laporan ini dan langsung mengaitkannya Bersama MSG, tanpa penyelidikan mendalam Pada faktor atau bahan Konsumsi lain yang digunakan. Untuk sinilah, narasi ini berkembang dan berevolusi menjadi anggapan lebih ekstrim micin membuat orang menjadi bodoh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di balik stigma yang melekat ini, tidak sedikit pula Komunitas yang masih bertanya-tanya sebenarnya micin terbuat Untuk apakah? Melansir berbagai sumber, berikut fakta seputar micin atau MSG.
Mengenal Asal Usul Micin
Melansir situs Kementerian Kesejaganan, micin atau MSG adalah penambah rasa berbentuk kristal berwarna putih yang dibuat Untuk ekstrak bahan alami Lalu difermentasi. Cara produksi micin pun bermacam-macam, tetapi yang paling sederhana adalah Bersama memelihara bakteri. Adapun bakteri tersebut bisa saja memakan karbohidrat mulai Untuk tebu, kentang, bekas tulang hewan, ampas sayuran, dan lain sebagainya.
Nantinya, bakteri Akansegera diberi makan pilihan karbohidrat, Lalu Bersama rekayasa genetik, bakteri tersebut Akansegera menghasilkan glutamat yang diekstrak menjadi monosodium glutamat atau yang dikenal sebagai micin.
Mitos Micin Bikin Bodoh Ternyata Salah
Ke dasarnya, tidak ada dasar ilmiah yang menyebutkan micin membuat bodoh. Hal ini terlihat Untuk Bangsa-Bangsa Bersama konsumsi MSG tertinggi Di dunia, Tetapi Memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi.
Melansir situs resmi SASA, Bangsa-Bangsa Di Asia Timur seperti Jepang, Korea Selatan, dan China adalah konsumen MSG terbesar Di dunia. Berdasarkan data, penduduk Jepang dan Korea Selatan mengonsumsi rata-rata 1,2 hingga 1,7 gram MSG per hari.
Justru Di beberapa Daerah Di China, angka konsumsinya bisa jauh lebih tinggi dibandingkan Bangsa-Bangsa Di Amerika atau Eropa yang hanya berkisar 0,5 gram per hari.
Tetapi, tingkat kecerdasan mereka justru tinggi dimana Jepang Memiliki rata-rata IQ sebesar 106,48. Lalu China Memiliki skor rata-rata IQ Di 104,1 hingga 107,19, sedangkan Korea Selatan berada Di angka 102,35 hingga 106,43.
Ahli Kemakmuran spesialis gizi dr. Johanes Chandrawinata, SpGK pun mengatakan anggapan micin bikin bodoh adalah mitos. Menurutnya, tidak ada keterkaitan Di konsumsi MSG dan tingkat kecerdasan seseorang.
“Anak Bersama Sebab Itu bodoh apa Sebab makan micin, itu tidak ada hubungan, itu mitos Bisa Jadi ya berbagai faktor anak Bersama Sebab Itu bodoh. Sebab Bisa Jadi terlalu banyak main game atau lihat tv, nonton tv, terus nggak pernah belajar,” ucap dr. Johanes.
Di Di Itu, Jurnal berjudul ‘Effect of monosodium L-glutamate (umami substance) on cognitive function in people with dementia’ Menginformasikan dampak MSG Pada 159 pasien demensia.
Hasil studi Menunjukkan konsumsi Monosodium Glutamat (MSG) secara rutin tidak menyebabkan penurunan fungsi kognitif, Justru Ke penderita demensia, jika dikonsumsi Untuk jumlah wajar. Menariknya, ada indikasi bahwa MSG dapat membantu mempertahankan atau sedikit Meningkatkan fungsi kognitif tertentu.
Ke Pada Yang Sama, ahli gizi dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes menegaskan MSG (Monosodium Glutamat) juga bukan merupakan zat berbahaya jika dikonsumsi sesuai takaran.
Adapun MSG terbuat Untuk bahan tetes tebu alami, Melewati proses fermentasi yang menghasilkan protein glutamat secara alami dan diproses secara higienis.
“Glutamat itu adalah zat gizi ya. Apakah glutamat itu racun atau berbahaya? Kita sepakat tidak beracun. Itu zat gizi yang merupakan amino esensial,” pungkasnya.
Meski mitos micin bikin bodoh tidak benar, Tetapi sebaiknya mengonsumsi micin sesuai batas harian. World Health Organization (WHO) menetapkan asupan MSG yang benar dan dapat diterima Bersama tubuh manusia adalah 0-120 mg/kgBB. Sedangkan, Eksperimen berjudul pertemuan Konsensus Monosodium Glutamate, Informasi Mutakhir berkesimpulan total asupan glutamat Untuk Konsumsi Di Bangsa-Bangsa Eropa Ke umumnya stabil berkisar Di 5-12 gr/hari.
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia: Benarkah Konsumsi Micin Bisa Bikin Bodoh? Cek Faktanya











