Persaingan memperebutkan Sofa nomor satu Hingga Organisasi Kesejaganan Dunia (WHO) kian memanas. China secara resmi mengusung pejabat senior Kesejaganan publiknya, Song Li, Sebagai maju sebagai Kandidat Direktur Jenderal (Dirjen) WHO berikutnya menggantikan Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Langkah Beijing ini secara langsung memicu konstelasi Menarik Perhatian Hingga kawasan Asia. Pasalnya, Indonesia Sebelumnya juga telah meramaikan bursa pencalonan lewat sosok Pejabat Tingginegara Kesejaganan Budi Gunadi Sadikin (BGS).
Munculnya nama Song Li bak Menampilkan ‘penantang berat’ Bagi BGS Di Bersaing takhta kepemimpinan Kesejaganan Internasional tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar pencalonan Song Li disampaikan langsung Bersama Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning. Ia mengonfirmasi pengajuan nama Song Li sebagai suksesor Tedros.
“Jika terpilih, China meyakini Song Li Akansegera membantu WHO memainkan peran yang lebih aktif Di Memperbaiki Kesejaganan dan Kesejaganan seluruh umat manusia,” terang Mao Ning Di keterangannya kepada awak media yang dikutip Bersama Reuters.
Rekam Jejak 20 Tahun Hingga Krisis Kesejaganan Internasional
Song Li bukan sosok sembarangan Hingga kancah Kesejaganan publik. Berdasarkan biografi resminya, ia mengantongi Penghayatan Di dua dekade, terutama Di ranah Keputusan Kesejaganan ibu dan anak serta kerja sama internasional.
Tak hanya itu, Song Li tercatat berada Hingga garis Didepan Di China Berusaha Mengatasi berbagai krisis Kesejaganan besar. Mulai Bersama penanganan outbreak SARS, wabah flu burung, hingga Wabah Internasional COVID-19.
Di 2020 lalu, ia Malahan menjabat sebagai pemimpin redaksi dokumen panduan Pra-Penanganan dan pengendalian COVID-19 yang menjadi standar nasional pengelolaan Kesejaganan ibu dan anak Hingga China.
Pencalonan Song Li dilakukan Hingga Ditengah dinamika Hubungan Dunia Kesejaganan yang sensitif. WHO Sebelumnya kerap Menyambut sorotan dan Penilaian keras Bersama pemerintahan Amerika Serikat Yang Terkait Bersama penanganan Wabah Internasional serta tuduhan bias Pada China, tudingan yang berulang kali ditepis tegas.
Seorang mantan pejabat senior WHO menilai, langkah Beijing mendaftarkan kandidatnya bisa menjadi Pada Bersama strategi manuver Politik Luar Negeri.
“China kemungkinan memanfaatkan pencalonan ini sebagai posisi tawar (leverage) Sebagai memperoleh pengaruh yang lebih besar Hingga WHO. Sekaligus memastikan lebih banyak pejabat senior asal China menempati posisi strategis,” ungkapnya.
Peta Persaingan Bersaing Sofa Dirjen WHO
WHO dijadwalkan bakal merilis daftar lengkap seluruh kandidat Setelahnya rangkaian Pertemuan Asosiasi regional selesai Di awal November mendatang. Sampai Sekarang, sudah ada enam nama kandidat lain yang mewakili berbagai Negeri:
- Budi Gunadi Sadikin Bersama Indonesia
- Dr Hanan Mohammed Al-Kuwari Bersama Qatar
- Dr Hanan Balkhy Bersama Arab Saudi
- Dr Hans Henri P Kluge Bersama Belgia
- Dr María P Neira Bersama Spanyol
- Dr Gevorg Tamamyan Bersama Botswana
Masuknya nama Song Li makin memperketat persaingan Politik Luar Negeri Kesejaganan dunia. Bersama latar Di teknis rekam jejak krisis Kesejaganan publik yang kuat, Song Li diprediksi menjadi salah satu rival Di bursa Dirjen WHO kali ini.
Halaman 2 Bersama 2
Simak Video “Video Menkes soal Bursa Kandidat Dirjen WHO: Suara Negeri Berkembang Biar Lebih Didengar“
(sao/naf)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia: BGS Dapat Saingan Terbaru, China Usul Veteran SARS-COVID Song Li Bersama Sebab Itu Dirjen WHO











