–
Jersey sepak bola bekas tak lagi sekadar Pengganti Latihan. Ke tangan Diana Rikasari dan desainer asal Spanyol, Celia Bernardo, material secondhand tersebut bertransformasi menjadi koleksi Mode yang feminin, playful, dan penuh warna.
Koleksi kolaborasi tersebut ditampilkan Ke Kendaraan Mercedes-Benz Mode Week Madrid beberapa waktu lalu. Lewat karya ini, Diana kembali mengeksplorasi potensi Pengganti bekas menjadi busana Didalam nilai estetika Terbaru, sekaligus Menunjukkan bahwa Mode berkelanjutan dapat tampil ekspresif dan jauh Didalam kesan monoton.
Untuk wawancara Melewati email Didalam Wolipop, Diana mengungkapkan bahwa seluruh jersey yang digunakan Untuk koleksi tersebut merupakan Pengganti secondhand yang diperolehnya Didalam berbagai toko Produk bekas atau thrift store.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Aku berkomitmen Sebagai selalu hanya menggunakan Pengganti bekas Untuk karya-karyaku,” ujar perancang yang berbasis Ke Swiss itu.
Bagi Diana, daya tarik upcycling terletak Ke proses mengolah material yang sudah Memperoleh kehidupan Sebelumnya Itu. Setiap jersey membawa karakter tersendiri, mulai Didalam warna, motif, logo, hingga Situasi fisik kainnya. Alih-alih menggunakan material Terbaru yang bisa dipilih sesuai kebutuhan, ia justru menjadikan keunikan dan keterbatasan Pengganti bekas sebagai Dibagian Didalam proses kreatif.
Untuk koleksi ini, jersey sepak bola yang identik Didalam gaya Gayaolahraga dipadukan Didalam elemen feminin dan dekoratif. Potongan jersey Didalam warna kontras serta identitas Regu tetap dipertahankan, Setelahnya Itu diperkaya Didalam kain bermotif bunga, detail ruffle, aksen renda, dan permainan tekstur.
Salah satu tampilan memadukan jersey Manchester City Didalam bawahan hijau mint bertekstur rumbai yang menjuntai hingga mata kaki. Aksen renda merah muda Ke Dibagian pinggang menjadi penghubung Antara karakter Gayaolahraga jersey dan siluet yang lebih feminin.
|
Koleksi Diana Rikasari x Celia B Foto: Instagram/@dianarikasari
|
Tampilan lainnya menggunakan jersey Juventus hitam-putih yang dipadukan Didalam susunan kain warna-warni bermotif bunga dan flora tropis. Lapisan kain Didalam warna oranye, ungu, biru, dan hijau menciptakan siluet bertingkat yang ekspresif, memperlihatkan karakter desain Celia B yang kaya warna dan berani bereksperimen.
Total terdapat 13 look Untuk koleksi ini. Setiap busana dibuat secara individual Agar Memperoleh karakter dan detail yang berbeda.
“Aku suka ide bahwa tidak ada dua material bekas yang benar-benar sama, Agar hasil akhirnya pun tidak harus seragam,” kata Diana.
Pendekatan tersebut menempatkan ketidaksamaan material sebagai Kelebihan, bukan kekurangan. Jersey yang tersedia menjadi titik awal Sebagai menentukan arah desain, Sambil Itu kain bermotif dan detail tambahan Memberi interpretasi Terbaru tanpa menghilangkan identitas asli Pengganti Latihan tersebut.
Berawal Didalam Kesamaan Pandangan tentang Mode
Kolaborasi Diana dan Celia B bukan kali pertama terjalin. Keduanya Sebelumnya Itu pernah bekerja sama Untuk koleksi jaket denim yang diolah Diana menggunakan material kain Didalam arsip Celia B. Mereka juga telah lama saling mengenal Melewati media sosial Sebab Memperoleh kesamaan Untuk memandang Mode, terutama Untuk hal warna dan Inovasi.
Diana mengaku tertarik Ke dunia desain Celia B yang penuh warna, playful, dan terbuka Di eksperimen. Ke Di Yang Sama, ia Memperoleh ketertarikan tersendiri Sebagai mengeksplorasi material secondhand dan Memberi kehidupan Terbaru Ke Pengganti yang Mungkin Saja sudah tidak lagi dilirik.
Ketika kesempatan Sebagai kembali berkolaborasi datang, keduanya memilih jersey sepak bola sebagai medium Penjelajahan berikutnya.
Menurut Diana, jersey Memperoleh identitas yang kuat Sebab menyimpan warna, logo, sejarah, dan cerita. Karakter tersebut ingin ia pertahankan, tetapi sekaligus ditafsirkan ulang Melewati pendekatan yang lebih feminin dan penuh warna.
Ia juga melihat sepak bola sebagai Kejadian Luar Biasa yang melampaui Latihan. Jersey dapat menjadi simbol identitas, nostalgia, dan ekspresi diri yang dikenakan Ke luar lapangan.
Sebab itu, Walaupun momentum sepak bola dan Trophy Dunia Memperoleh daya tarik tersendiri, fokus utama koleksi ini bukan semata-mata mengikuti euforia Kejuaraan. Diana lebih tertarik mengeksplorasi kehidupan jersey Setelahnya fungsinya sebagai Pengganti Latihan, termasuk kemungkinan menjadikannya Dibagian Didalam Mode kontemporer.
Tantangan Mengolah Material Secondhand
Ke balik hasil akhir yang penuh warna, proses upcycling Menampilkan tantangan tersendiri. Diana menjelaskan bahwa bekerja Didalam Pengganti bekas berarti harus Menyesuaikan Didalam material yang tersedia, bukan Sebagai Alternatif.
Ukuran, bentuk, jenis bahan, warna, dan Situasi fisik setiap jersey dapat berbeda. Hal ini membuat proses perancangan tidak selalu berjalan sesuai ide awal. Ada kalanya desain harus diubah Sebab karakter material yang ditemukan tidak sesuai Didalam Prakiraan.
Eksperimen menjadi Dibagian penting Sebagai menemukan cara agar setiap elemen dapat menyatu, baik Didalam segi konstruksi maupun visual.
Untuk kolaborasi Didalam Celia B, tantangan lainnya adalah mempertemukan karakter jersey yang Gayaolahraga Didalam bahasa desain Celia B yang kaya motif, warna, dan detail dekoratif.
Diana ingin kedua elemen tersebut tetap Memperoleh karakter kuat tanpa saling mendominasi. Hasilnya adalah koleksi yang tidak menyembunyikan identitas asli jersey, tetapi justru menjadikannya Dibagian penting Didalam keseluruhan desain.
Membuktikan Mode Berkelanjutan Bisa Tetap Playful
Tampilnya koleksi ini Ke Kendaraan Mercedes-Benz Mode Week Madrid menjadi Penghayatan yang membanggakan buat Diana pribadi. Tetapi, ia menilai pencapaian tersebut bukan hanya tentang membawa karya Ke panggung internasional, melainkan juga membuka ruang Sebagai Menunjukkan beragam kemungkinan upcycling Untuk industri Mode.
Ia ingin mematahkan anggapan bahwa Mode yang lebih mindful harus selalu tampil Kompleks atau monoton. Menurutnya, Inovasi dan perhatian Di dampak material dapat berjalan beriringan.
“Aku selalu ingin membuktikan bahwa Mode yang lebih mindful tidak harus terlihat Kompleks, monoton, atau kehilangan unsur fun-nya,” tuturnya.
Diana berharap koleksi ini tidak hanya Memikat perhatian Sebab permainan warna dan siluetnya, tetapi juga Mendorong publik Sebagai melihat Pengganti bekas Didalam perspektif berbeda. Material yang pernah digunakan bukan berarti kehilangan potensi Sebagai diolah menjadi sesuatu yang Terbaru.
Ke Didepan, ia berencana terus mengeksplorasi kolaborasi Didalam desainer dan brand yang Memperoleh semangat serupa. Ia juga ingin Mendorong Belajar mengenai upcycling Melewati karya dan berbagi proses kreatif, agar Lebih banyak orang memahami bahwa praktik tersebut dapat dimulai Didalam langkah sederhana.
Bagi Diana, menghargai Pengganti yang sudah dimiliki, berbelanja Didalam lebih mindful, dan mencoba Memberi kehidupan Terbaru Ke Pengganti lama merupakan beberapa cara Sebagai berkontribusi.
(dtg/dtg)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Wolipop.detik.com Indonesia: Diana Rikasari Olah Jersey Bola Bekas Didalam Sebab Itu Koleksi Mode Penuh Warna











