loading…
Praktisi Medis Spesialis Bedah Jantung RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr. M. Azra Putra. Foto/Niko Prayoga.
Praktisi Medis Spesialis Bedah Jantung RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr. M. Azra Putra mengungkapkan bahwa kelangkaan donor jantung terjadi Lantaran karakteristiknya yang cukup sensitif. Dimana donor jantung harus menunggu Di seseorang yang sudah meninggal dan memang Memiliki kecocokan.
Baca juga: Wanita Punya Proteksi Alami Di Serangan Jantung, Tapi Bisa Hilang Lantaran Ini
“Masalah Di seluruh dunia itu kena donor. Kalau ginjal ada dua Di satu orang, Karena Itu satunya bisa didonorkan. Kalau hati juga hampir sebagian itu bisa didonorkan, tapi jantung nggak Bisa Jadi. Kita ambil jantungnya, orang yang Karena Itu donor pasti meninggal. Artinya perlu orang yang memang benar-benar sudah mati batang otak Karena Itu donor,” kata dr. Azra.
Ia menyebut, akibat keterbatasan donor tersebut, angka kesintasan penderita gagal jantung relatif sangat rendah. Di kawasan Asia Pasifik maupun secara Internasional, tingkat bertahan hidup pasien gagal jantung Di kurun waktu satu tahun hanya mencapai 15 sampai 30 persen Di seluruh dunia. Hal itu Menunjukkan bahwa Di satu tahun hanya 1,5 atau tiga Di 10 orang yang bertahan.
Baca juga: Studi Ungkap Minum Minuman Pagi Hari Turunkan Risiko Gangguan Jantung
Di Indonesia, estimasi penderita gagal jantung terbilang cukup besar, yakni mencapai Disekitar lima persen Di total Penduduk Dunia yang didominasi Bersama kelompok usia dewasa. Penyebab utamanya bervariasi, mulai Di Gangguan Jantung Koroner (PJK) akibat Life Style seperti merokok dan kolesterol tinggi hingga Penyakit Menyebar, Gangguan autoimun, serta kardiomiopati atau pelemahan otot jantung.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia: Donor Jantung Langka, Keahlian LVAD Karena Itu Harapan Terbaru Pasien Gagal Jantung











