–
Untuk balutan wastra berupa tenun Sumba, Nusa Tenggara Timur, Ferly A. Watupelit menuturkan betapa erat kaitannya kuda Untuk Kebiasaan Global dan keseharian masyarakatnya. Ferly datang langsung Bersama Sumba Sebagai Hadir Untuk pembukaan pameran ‘The Sacred Horse of Sumba’ Di Plaza Indonesia (PI), Rabu (5/8/2026).
Ia juga memakai tiduhai atau haikara, sisir hias perempuan Sumba yang bentuknya menyerupai mahkota. Akan Tetapi, kainnya yang penuh motif kuda menjadi pernyataan yang selaras Bersama tema pameran.
|
Pameran The Sacred Horse of Sumba Di Plaza Indonesia Foto: Daniel Ngantung/detikcom
|
“Kain ini menjadi pengingat Untuk kami bahwa kuda sangat penting Untuk kehidupan kami,” ujar perajin tenun 43 tahun itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kuda dipandang Kelompok Sumba sebagai simbol kejantanan dan kehormatan. Selain membantu Karya Kelompok sebagai alat transportasi, kuda juga Memiliki peranan penting Untuk Kebiasaan lokal, misal Sebagai belis atau mahar pernikahan.
Pameran The Sacred Horse of Sumba Di Plaza Indonesia Foto: Dok. Rizkyauliahdyh/Plaza Indonesia |
Maka tak heran bila, hampir semua kain buatan perajin tenun Sumba didominasi motif kuda. Ferly membawa satu lembar kain yang dibuat Bersama pewarnaan alami seperti biru indigo Sebagai dipamerkan Di sini.
Di Di Itu, ada pula kain lain karya Titus Nggaba Karunggu Limu dan Katrina Mburu Ndihi yang merupakan perajin binaan Cita Tenun Indonesia (CTI).
Pameran The Sacred Horse of Sumba Di Plaza Indonesia. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom) |
Kain lainnya merupakan milik kolektor. Pendiri CTI Okke Hatta Rajasa meminjamkan kain berusia puluhan tahun yang pernah digunakan Sebagai membungkus jasad salah satu raja Sumba.
Pameran yang digelar Untuk rangkaian ‘I Love Indonesia 2026’ Sebagai menyambut HUT Di-81 Republik Indonesia merupakan buah kolaborasi PI Bersama CTI,NUSAE,Luxina, dan The Riserva.
Instalasi yang berlokasi Di koridor utama level 1 PI ini dikemas Bersama tampilan yang kontemporer Bersama Nusae. Warna biru dan merah yang menonjol terinspirasi Bersama palet khas tenun Sumba. Narasi Bersama Visual yang Memikat membantu pengunjung memahami lebih Untuk Kebiasaan Global Sumba.
Berada Di Di butik Chanel yang Untuk direnovasi dan butik Lanvin, pameran yang berlangsung hingga 31 Agustus ini sekaligus menciptakan dialog bagaimana kuda juga telah menjadi simbol kemewahan Untuk perspektif modern. Akan Tetapi, jauh Sebelumnya Longchamp atau Hermes memilih kuda sebagai Pada Bersama identitasnya, kuda telah menjadi lambang sakral kehidupan Kelompok Sumba.
Desainer Wilsen Willim dan Chief Marketing Officer Plaza Indonesia Zamri Mamat. (Foto: Dok. Rizkyauliahdyh/Plaza Indonesia) |
Selain ‘The Sacred Horse of Sumba’, Plaza Indonesia juga Melakukan berbagai Kegiatan yang mengapresiasi Kebiasaan Global Indonesia sekaligus mendukung pelaku industri kreatif lokal. Mulai Bersama pemutaran Reinventing Tenun: Journey to Algorithm yang mengikuti perjalanan desainerWilsen Willim, hingga PI Neighborhood Icons Market yang Menampilkan berbagai Usaha Mikro Kecil dan brand lokal terkurasi.
(dtg/dtg)
Artikel ini disadur –> Wolipop.detik.com Indonesia: Filosofi Memikat Di Balik Motif Kuda Di Kain Tenun Sumba














