loading…
Konferensi pers KKI Yang Berhubungan Didalam dugaan perundungan serta komentar negatif Di media sosial yang diduga dilakukan oknum tenaga medis (named) dan tenaga Kesejajaran (nakes) Di pasien BPJS Kesejajaran. Foto/Niko Prayoga.
Hal tersebut disampaikan langsung Didalam Pimpinan KKI, dr. Muhammad Syahril, Untuk konferensi pers yang digelar Di Kantor KKI, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Ia mengatakan, Pada ini KKI telah berkoordinasi Didalam berbagai organisasi profesi guna mengusut tuntas peristiwa yang dinilai mencoreng dunia medis tanah air tersebut.
Baca juga: Menkes Budi Sedih Pasien BPJS Meninggal: Saya Gagal sebagai Menkes
“Pada ini, Konsil Kesejajaran Indonesia bersama organisasi profesi yang Yang Berhubungan Didalam, Lagi melakukan penelusuran Di peristiwa tersebut sesuai Didalam kewenangan masing-masing. Apabila Untuk hasil penelusuran ditemukan adanya Pelanggar, Berencana ditindaklanjuti sesuai Didalam Syarat peraturan perundangan yang berlaku,” kata dr. Syahril.
Bukan Hanya Itu, ia menyebut bahwa KKI juga merangkul institusi Belajar, fasilitas pelayanan Kesejajaran (fasyankes), serta pemerintah Lokasi tempat para oknum tersebut mengenyam Belajar maupun berpraktik guna pembinaan secara komprehensif.
Baca juga: Tindak Kejahatan Pasien BPJS Meninggal Viral, dr. Gia Pratama Ingatkan Empati Nakes
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia: KKI Telusuri Tindak Kejahatan Nakes yang Diduga Beri Komentar Nirempati Di Pasien BPJS











