–
Pernah merasa badan sudah lelah Sesudah seharian beraktivitas, tetapi begitu berbaring Hingga kasur, mata justru sulit terpejam? Bukannya Dari Sebab Itu cepat tertidur, pikiran malah sibuk menghitung berapa jam waktu istirahat yang tersisa Sebelumnya alarm berbunyi.
Situasi ini bisa membuat seseorang Lebihterus frustrasi, terutama jika keesokan harinya harus kembali bekerja. Sleep coach dan praktisi Cognitive Behavioral Therapy for Insomnia (CBT-I), Vishal Dasani, menjelaskan bahwa terlalu memaksakan diri Untuk segera tidur justru bisa membuat seseorang Lebihterus sulit terlelap.
“Lebihterus dipaksa, tidur bisa Lebihterus sulit datang. Lebihterus ditargetkan, Lebihterus sulit pula kita mencapainya,” jelas Vishal Di sesi Sleep Coach Session Hingga Peristiwa The Bimasena Kesejahteraan Week, The Bimasena, Dharmawangsa, Kamis (15/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlalu Melakukanlangkah-Langkah Untuk Tidur Justru Bisa Menjadi Masalah
Ketika tak kunjung terlelap, seseorang Mungkin Saja mulai bolak-balik mengubah posisi tidur, melihat jam, hingga menghitung sisa waktu Sebelumnya harus bangun. Misalnya, jika harus bangun pukul 06.00 tetapi hingga Ditengah malam belum juga tidur, muncul kekhawatiran Lantaran waktu istirahat yang tersisa hanya enam jam.
|
Sleep coach dan praktisi Cognitive Behavioral Therapy for Insomnia (CBT-I), Vishal Dasani Foto: Foto: Kiki Oktaviani/detik
|
Pikiran tersebut bisa membuat tidur terasa seperti target yang harus segera dicapai. Menurut Vishal, kebiasaan mengatur tidur secara berlebihan atau micro-managing sleep bukanlah strategi yang efektif Untuk Merasakan tidur berkualitas.
“Micro-managing sleep atau mengatur tidur secara berlebihan bukanlah strategi yang efektif Untuk Merasakan tidur yang baik,” ujarnya.
Seseorang justru Lebihterus sibuk memikirkan apakah dirinya sudah berhasil tertidur. Tekanan Untuk segera terlelap bisa membuat proses menjelang tidur terasa Lebihterus menegangkan.
Tidur Tidak Bisa Dipaksakan
Vishal mengibaratkan tidur seperti kucing yang tidak bisa dikejar-kejar. Ketika ingin mendekati kucing yang belum mengenal kita, mengejarnya justru bisa membuat hewan tersebut kabur.
Begitu pula Di tidur. Kita bisa membangun kebiasaan yang mendukung istirahat, tetapi tidak bisa memaksa tubuh Untuk terlelap tepat Ke waktu yang diinginkan.
Setiap orang juga Memperoleh jam biologis yang berbeda, Supaya waktu munculnya rasa kantuk tidak selalu sama. Ada yang terbiasa mengantuk lebih awal, Sambil Itu yang lain Mutakhir merasa mengantuk Ke malam hari. Memaksakan diri Untuk tidur jauh lebih awal Di waktu biasanya belum tentu membuat seseorang lebih cepat terlelap.
Tak Perlu Panik Jika Terbangun Ditengah Malam
Terbangun Hingga Ditengah malam sebenarnya merupakan hal yang normal Lantaran tidur berlangsung Di beberapa siklus. Akansegera tetapi, sebagian orang justru merasa cemas ketika terbangun dan melihat jam Menunjukkan pukul 03.00 atau 04.00 pagi. Mereka mulai menghitung sisa waktu Sebelumnya harus bangun, lalu merasa harus segera tidur kembali Lantaran kekurangan istirahat.
“Lebihterus mendekati pagi, tidur juga cenderung menjadi lebih ringan. Hal ini merupakan Dibagian Di proses tubuh Menyusun diri Untuk bangun,” jelasnya.
Vishal mengingatkan bahwa memaksakan diri Untuk segera tidur justru bisa membuat seseorang Lebihterus sulit rileks.
Jika kesulitan tidur terus berulang hingga mengganggu Karya sehari-hari, Situasi tersebut juga perlu Memperoleh perhatian. Insomnia Memperoleh beragam faktor penyebab Supaya penanganannya tidak selalu cukup Di mengubah kebiasaan tidur. Konsultasi Di tenaga Kesejaganan dapat membantu mengidentifikasi penyebab dan menentukan penanganan yang tepat.
(kik/kik)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Wolipop.detik.com Indonesia: Makin Dipaksa Tidur, Makin Susah Terlelap? Ini Alasannya











