loading…
Katarak masih menjadi salah satu masalah Kesejaganan mata yang membutuhkan perhatian serius Ke Jakarta.
Bagi mempercepat akses Terapi, Primaya Hospital Group bekerja sama Bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Melewati Dinas Kesejaganan serta Perhimpunan Praktisi Medis Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Jakarta Mengadakan Langkah bakti sosial operasi katarak bertajuk Gerakan Jakarta Bebas Katarak, Bersama Kita Bisa Untuk rangka memperingati Hari Penglihatan Sedunia atau World Sight Day 2026.
Langkah yang digagas Founder Primaya Hospital Group Prof. Yos E. Susanto bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Kepala Dinas Kesejaganan Provinsi DKI Jakarta drg. Ani Ruspitawati, MM, ini bertujuan memangkas antrean operasi katarak yang mencapai satu hingga dua bulan.
Di tahap awal, sebanyak 97 pasien menjalani operasi katarak Ke RSUD Pasar Minggu Di 30–31 Oktober 2026. Pelaksanaannya melibatkan 40 puskesmas Bagi skrining awal dan Disekitar 19 Praktisi Medis spesialis mata Untuk PERDAMI.
CEO Primaya Hospital Group Leona A. Karnali, CFA, FRM, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi langkah nyata Bagi Meningkatkan akses pelayanan Kesejaganan mata Bagi Komunitas.
“Gerakan Jakarta Bebas Katarak, Bersama Kita Bisa merupakan wujud kolaborasi public-private partnership Untuk menjawab kebutuhan Kesejaganan Komunitas,” ujar Leona.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia: Ribuan Warga Jakarta Alami Katarak, Ini Upaya Percepat Penanganannya











