Jakarta –
Eksperimen yang diterbitkan Di jurnal PLOS Medicine Di 15 Oktober menemukan bahwa konsumsi Konsumsi ultra-proses secara keseluruhan tidak berkaitan Bersama angka kejadian kanker kolorektal. Meski demikian, hasilnya berbeda ketika peneliti Meneliti jenis Konsumsi tertentu.
UPF mencakup berbagai produk, seperti biskuit kemasan, mi instan, minuman manis, daging olahan, dan keripik. Secara keseluruhan, temuan ini Menunjukkan bahwa label UPF saja tidak cukup Sebagai menjelaskan kaitan suatu Konsumsi Bersama risiko kanker usus. Kandungan Gizi dan jenis bahan yang terdapat Di Konsumsi tersebut juga tampaknya berperan penting.
Konsumsi biji-bijian utuh dan produk susu yang berasal Di kelompok UPF Di jumlah lebih tinggi dikaitkan Bersama angka kejadian kanker kolorektal yang lebih rendah. Sebagai Gantinya, konsumsi daging olahan Di kelompok UPF dikaitkan Bersama risiko kanker kolorektal yang lebih tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Temuan kami mendukung panduan pola makan Di ini Sebagai mengonsumsi biji-bijian utuh, serat, produk susu, dan kalsium serta menghindari daging olahan Sebagai mencegah kanker kolorektal,” tulis para peneliti.
Eksperimen tersebut juga menemukan bahwa mengganti sebagian konsumsi Konsumsi ultra-proses Bersama Konsumsi yang minim pengolahan berkaitan Bersama penurunan angka kejadian kanker usus.
“Mengganti 10% asupan Konsumsi ultra-olahan Anda Bersama Konsumsi yang diproses seminimal Bisa Jadi dikaitkan Bersama penurunan kejadian kanker usus sebesar 2%,” kata salah satu peneliti, Erikka Lotfield, dikutip Di laman Conversation.
Eksperimen ini menggunakan data 461.682 orang dewasa berusia 50-71 tahun yang dipantau Pada Di 18 tahun. Kebiasaan makan peserta, termasuk konsumsi Konsumsi ultra-proses, diperkirakan Melewati kuesioner frekuensi Konsumsi.
Tetapi, peneliti mengingatkan bahwa Eksperimen ini Memiliki sejumlah keterbatasan Lantaran menggunakan metode observasional. Karena Itu, hasilnya Menunjukkan hubungan Di konsumsi Konsumsi dan kejadian kanker, tetapi tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat.
Peneliti juga mengingatkan bahwa hasil Eksperimen tersebut belum tentu berlaku Sebagai Penduduk Dunia yang lebih muda dan lebih beragam. Peserta Eksperimen sebagian besar merupakan warga Amerika Serikat berkulit putih berusia lebih tua, Sambil konsumsi Konsumsi ultra-proses hanya diukur satu kali Di awal Eksperimen.
Kanker Kolorektal Meresahkan Di Kelompok Usia Muda
Menurut American Cancer Society, kanker kolorektal menjadi penyebab kematian akibat kanker nomor satu Di orang berusia Di bawah 50 tahun Di Amerika Serikat Di 2026. Posisinya Meresahkan Di urutan kelima Di awal 1990-an.
“Kami tidak menyangka kanker kolorektal Berencana Meresahkan hingga tingkat ini Bersama Langkah Tersebut cepat. Tetapi, kini jelas bahwa Gangguan ini tidak bisa lagi disebut sebagai Gangguan orang tua,” kata Dr Ahmedin Jemal, wakil Kepala Negara senior bidang surveilans, Upaya Mencegah, serta Eksperimen layanan Kesejajaran Di American Cancer Society, Di rilis Di Januari.
(elk/naf)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia: Tak Semua UPF Dikaitkan Risiko Kanker Usus Lebih Tinggi, Ini Temuan Studi











