Jakarta –
Kecerdasan buatan atau AI kini banyak digunakan Untuk mencari jawaban, termasuk yang berkaitan Di Keadaan. Meski memudahkan, AI sebaiknya tidak dijadikan acuan utama Pada mencari informasi.
Kesalahan Individu diagnosis AI dialami Dari seorang lelaki asal Irlandia. Dia mengonsultasikan sakit tenggorokannya Hingga ChatGPT, tetapi ternyata Merasakan kanker adenokarsinoma esofagus stadium 4.
Konsultasi Sakit Tenggorokan Hingga ChatGPT
Pria bernama Warren Tierney Merasakan sakit tenggorokan dan tidak bisa menelan cairan Di awal tahun 2025. Alih-alih menemui Ahli Kepuasan, dia malah berkonsultasi Di ChatGPT.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada memaparkan keluhannya, ChatGPT bersikeras bahwa lelaki ini sangat tidak Bisa Jadi Merasakan kanker.
“Kanker? Sangat tidak Bisa Jadi. Tidak ada Tanda yang mengkhawatirkan, stabil, dan membaik,” kata ChatGPT, dikutip Untuk laman Times of India.
Diagnosis Kanker Adenokarsinoma Esofagus Stadium 4
Warren tidak memeriksakan diri Hingga Ahli Kepuasan. Akan Tetapi, Pada gejalanya terus berlanjut, Evelyn memaksa Warren Untuk Melakukan Kunjungan Hingga UGD Di Agustus 2025.
Dikutip Untuk laman Mirror, Pada itulah dia didiagnosis mengidap kanker adenokarsinoma esofagus stadium 4. Kanker yang sering kali terdeteksi terlambat ini membuatnya harus berjuang melawan Penyakit Di tingkat harapan hidup rata-rata hanya lima tahun.
Yang Terkait Di Peristiwa Pidana ini, ChatGPT Mengungkapkan kepada media bahwa Alat tersebut tidak dimaksudkan Untuk digunakan Untuk Perawatan Kepuasan Keadaan apa pun, serta bukan pengganti nasihat profesional.
“Di akhirnya ini benar-benar menjadi masalah, Sebab ChatGPT Bisa Jadi menunda saya Merasakan perhatian serius. Model AI mencoba Memikat perhatian Anda Di apa yang Anda inginkan agar Anda tetap terlibat. Sampai batas tertentu, kemungkinan statistik bahwa apa yang dikatakannya salah tentang saya sebenarnya sangat tepat. Tetapi sayangnya Untuk Peristiwa Pidana khusus ini, itu tidak benar.”
Atas apa yang dialaminya, Warren mengingatkan orang-orang agar berhati-hati Untuk menggunakan AI. Kecerdasan buatan ini telah merugikannya Sebab menyebabkan keterlambatan diagnosis Penyakit.
“Saya adalah contoh nyatanya sekarang dan saya Untuk masalah besar Sebab Bisa Jadi saya terlalu bergantung padanya. Atau Bisa Jadi saya hanya merasa bahwa jaminan yang diberikannya kepada saya kemungkinan besar benar, padahal sayangnya tidak,” tambahnya.
Dikutip Untuk unggahan Instagram Art of Healing Cancer, Sesudah melewati perjalanan Perawatan hingga Hingga Jerman, PET (Positron Emission Tomography) Scan Menunjukkan bahwa Warren berada Untuk Kepuasan remisi total Untuk Penyakit kankernya.
Studi tentang Penggunaan AI Untuk Diagnosis Keadaan
Sebuah studi yang dipublikasikan Untuk Springer Nature Di 1 Desember tahun 2025 Menunjukkan bahwa AI gagal mendeteksi hampir sepertiga Peristiwa Pidana kanker payudara. Sebuah tinjauan melibatkan 414 wanita Di usia rata-rata 55,3 tahun yang Mutakhir didiagnosis menderita kanker payudara.
Para peneliti Menimbang seberapa baik AI-based computer-aided diagnosis system AI (AI-CAD) bekerja Untuk membaca mamogram dan pemindaian MRI payudara. Hasilnya, 127 Peristiwa Pidana kanker, atau 30,7 persen Untuk seluruh Peristiwa Pidana, tidak terdeteksi Dari sistem AI tersebut.
Studi lainnya yang diterbitkan Di BMJ Open Di 14 April 2026 Menunjukkan bahwa beberapa respons chatbot bisa membahayakan nyawa pasien. Para peneliti Di Lundquist Institute for Biomedical Innovation Di Harbor-UCLA Medical Center Menimbang bagaimana chatbot AI menangani masalah misinformasi ilmiah Lewat serangkaian pertanyaan tentang kanker, Proteksi, sel punca, Gizi, dan Prestasi atletik.
Mereka menguji versi gratis Untuk chatbot Gemini, DeepSeek, Meta AI, ChatGPT, dan Grok. Hasilnya, hampir setengah Untuk respons chatbot bermasalah. Untuk jumlah tersebut, 30 persen tergolong agak bermasalah, sedangkan 19,6 persen sangat bermasalah.
Untuk itu, jika Merasakan keluhan Yang Terkait Di Keadaan yang tidak kunjung membaik atau muncul Tanda yang mengkhawatirkan, sebaiknya segera berkonsultasi Di Ahli Kepuasan atau mendatangi fasilitas pelayanan Keadaan yang tepercaya. AI sebaiknya digunakan sebagai sumber informasi pendukung, bukan sebagai dasar utama Untuk Membahas keputusan Yang Terkait Di Keadaan.
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia: Terlanjur Andalkan AI, Pria Ini Kaget Idap Kanker Stadium 4











