–
Tren mencukur bulu halus wajah atau peach fuzz ramai diperbincangkan Sesudah video seorang TikToker viral Ke media sosial. Aksi Massa yang disebut bisa bikin kulit lebih halus dan membuat Skincare lebih menempel itu justru memicu perdebatan soal Perlindungan Untuk kulit.
Di video yang diunggah akun TikTok @bridionna, ia memperlihatkan wajahnya yang disemprot produk penanda bulu hingga tampak putih seluruhnya. Sesudah itu, ia mencukur bulu-bulu halus Ke wajah menggunakan Pisau cukur kecil. Ia mengaku rutin melakukan cara tersebut Sebab bulu halus Ke wajah membuat riasannya kurang menempel Didalam baik. Tetapi, banyak netizen justru khawatir. Sebagian mempertanyakan apakah kebiasaan itu bisa merusak skin barrier atau membuat bulu wajah tumbuh lebih tebal.
“Apa nanti bulunya malah tumbuh lebih panjang dan lebih terlihat?” tulis salah satu netizen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada juga yang mengaku pernah mencoba Tren serupa, tetapi kulitnya menjadi sensitif Di berminggu-minggu hingga memicu jerawat. Ke sisi lain, banyak juga netizen yang merasakan manfaat Di cara tersebut. Mereka mengklaim wajah menjadi jauh lebih glowing dan Skincare terlihat lebih mulus Sesudah bulu halus dicukur.
Menyambut Baik perdebatan itu, Praktisi Medis spesialis dermatologi Peralatan Kecantikan Ke New York, Dr. Debra Jaliman, menjelaskan bahwa prosedur ini dikenal sebagai dermaplaning, yaitu Metode mengangkat sel kulit mati sekaligus bulu halus Ke permukaan wajah, asal menggunakan Pisau cukur khusus. Sebagai itu, ia menyarankan Sebagai dilakukan Ke tenaga profesional.
“Prosedur ini aman jika dilakukan Didalam benar, tetapi bukan berarti cocok Sebagai semua orang,” ujarnya, seperti dikutip Di Bored Panda
Dr. Jaliman juga mengingatkan bahwa orang yang Lagi Merasakan jerawat aktif, eksim, rosacea, atau kulit yang Lagi meradang sebaiknya menghindari dermaplaning Sebab dapat memperparah iritasi. Meski begitu, prosedur ini memang Memperoleh manfaat.
“Dermaplaning membuat kulit terasa lebih halus, membantu Skincare menempel lebih rata, dan Memperbaiki penyerapan produk skincare,” ungkap Dr. Jaliman.
Ia juga meluruskan salah satu mitos yang paling sering dipercaya, yakni mencukur bulu wajah membuat rambut tumbuh lebih tebal atau lebih cepat. Menurutnya, anggapan tersebut tidak benar Sebab mencukur hanya memotong rambut Ke permukaan kulit, bukan mengubah folikel rambut.
Rambut yang tumbuh kembali Bisa Jadi terasa lebih kasar Sebab ujungnya tumpul, tetapi ketebalan dan kecepatannya tidak berubah.
Meski demikian, dermaplaning tetap tidak boleh dilakukan terlalu sering. Jika berlebihan, lapisan pelindung kulit bisa terganggu Agar kulit menjadi lebih sensitif dan mudah Merasakan iritasi.
(kik/kik)
Artikel ini disadur –> Wolipop.detik.com Indonesia: Tren Wanita Cukur Bulu Wajah, Praktisi Medis Kulit Ungkap Manfaat dan Risikonya











