–
Penggunaan krim racikan yang diberikan Praktisi Medis Keindahan Untuk waktu lama tanpa evaluasi berkala bisa menimbulkan masalah Mutakhir Ke kulit. Salah satu Kebugaran yang kerap dikeluhkan adalah munculnya jerawat, kemerahan hingga rasa gatal Setelahnya pemakaian krim dihentikan.
Praktisi Medis Spesialis Dermatologi, dr. Danar Wicaksono, M.Sc., Sp.D.V.E., mengatakan Kebugaran tersebut patut dicurigai terutama jika seseorang sudah menggunakan krim yang sama Pada berbulan-bulan atau Justru bertahun-tahun, tanpa adanya perubahan formula maupun evaluasi Perawatan Kulit. Menurutnya, situasi Lebih perlu diperhatikan jika Setelahnya krim dihentikan justru muncul banyak jerawat yang disertai rasa gatal.
“Kalau krimnya sudah dipakainya setahun lebih, itu nggak ada perubahan, padahal krim yang diberikan itu sama. Dan Ke Di dihentikan, muncul jerawat banyak, gatal, maka harus dicurigai,” ujar Danar Ke Kegiatan BNI Beyoutiful Symphony Perayaan Seni 2026 Ke Senayan City, Jakarta, Mutakhir-Mutakhir ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, Kebugaran tersebut patut dicurigai jika krim yang digunakan mengandung bahan tertentu, termasuk kortikosteroid, terlebih apabila digunakan Untuk jangka panjang tanpa pengawasan yang tepat.
Kortikosteroid memang Memiliki efek antiinflamasi dan bekerja Didalam menekan respons sistem Kekebalan. Ke kulit, penggunaan Untuk jangka panjang dapat menimbulkan berbagai perubahan, termasuk gangguan Ke skin barrier.
“Krim-krim kortikosteroid itu dia ada efek ‘anti’, sifatnya menurunkan sistem Kekebalan. Karena Itu sistem Kekebalan Ke kulit itu Ke-suppress, ditekan,” jelasnya.
Menurut Danar, efek tersebut dapat membuat Perawatan Kulit berubah. Ketika penggunaan dihentikan, masalah yang Sebelumnya tertahan dapat muncul kembali dan membuat kulit terlihat jauh lebih bermasalah.
“Itu yang menyebabkan jerawatnya Karena Itu susah dikontrol sama ada ciri khasnya gatal,” lanjut Danar.
Danar juga meluruskan anggapan yang masih banyak dipercaya bahwa munculnya jerawat Setelahnya menggunakan skincare merupakan tanda bahwa skincare tersebut Untuk “bekerja”. Fase tersebut seringkali disebut sebagai purging.
Menurutnya, Untuk Terapi jerawat, Prestasi justru dilihat Didalam berkurangnya jerawat secara signifikan, bukan Didalam Kebugaran jerawat yang Lebih parah.
“Kalau misalnya kita mengobati acne, itu yang kita nilai adalah pengurangan Didalam lesinya secara signifikan. Tapi kalau misalnya ada efek Di seperti merah sedikit, perih, itu masih normal. Tapi kalau misalnya pakai Terapi jerawat, jerawatnya tambah parah, itu jelas nggak benar,” kata dr. Danar yang berprakter Ke klinik Beyoutiful.
dr. Teuku Adifitrian, Sp.BP-RE atau yang dikenal sebagai Praktisi Medis Tompi menambahkan, Kebugaran tertentu memang dapat menimbulkan perubahan Ke kulit Setelahnya suatu bahan dihentikan. Salah satunya adalah penggunaan kortikosteroid Untuk jangka panjang.
“Ke efek kortikosteroid jangka panjang, tiba-tiba kita stop, itu bisa terjadi. Sebab sudah ada kerusakan skin barrier, sudah ada penipisan, dan lain-lain. Lebih susah lagi benerinnya,” ujarnya.
Penggunaan krim racikan sendiri bukan berarti selalu berbahaya. Tetapi, Perawatan Kulit sebaiknya dievaluasi secara berkala agar Praktisi Medis dapat menentukan apakah formula yang digunakan masih sesuai Didalam kebutuhan pasien atau perlu dihentikan maupun diubah.
(kik/kik)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Wolipop.detik.com Indonesia: Krim Racikan Bikin Jerawat Parah Di Dihentikan, Praktisi Medis Ungkap Penyebabnya











