–
Gabriella Chong tidak langsung menemukan Usaha yang kini dijalaninya. Sebelumnya membangun Bellayu, brand hair tools lokal, ia sempat mencoba berbagai usaha, mulai Di membuka nail salon hingga berjualan bunga palsu.
Perjalanan tersebut justru menjadi Pada penting Di prosesnya sebagai entrepreneur. Setiap Usaha yang dijalani memberinya Penghayatan Mutakhir, termasuk belajar Di kegagalan dan memahami apa yang ingin ia bangun Hingga depannya.
Usaha pertamanya dimulai Ke 2009 ketika Gabriella membuka nail salon Ke Taman Anggrek. Di itu, ia Memperoleh banyak dorongan Di sang suami, Gavin, yang juga seorang entrepreneur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Nail salon-ku gagal. Di situ belajar. Ternyata Ritel space-nya tidak boleh kecil,” tuturnya kepada Wolipop.
Sesudah itu Gaby mencoba berjualan bunga palsu, dan lagi-lagi peruntungannya tidak Ke situ. Sempat ada rasa kecewa Di kegagalan bisnisnya, Akan Tetapi Gaby Memperoleh semangat Di sang suami.
“Gavin bilang, ‘It’s okay, kamu belajar. Anggap saja ini universitas, kuliah yang sesungguhnya.’ Setidaknya aku sudah mencoba. ,” kata wanita yang akrab disapa Gaby itu.
Disekitar tahun 2016, Gaby Sesudah Itu Memutuskan francise brand hair tools asal AS, Jose Eber Sebagai pasar Asia. Di situlah dia mulai belajar membangun Usaha lebih Untuk lagi. Di Penghayatan Ke dunia beauty tersebut, Gabriella Sesudah Itu Lebih memahami pasar dan melihat adanya Kemungkinan Ke kategori hair tools.
|
Bellayu Rosy Milk Foto: dok. Bellayu
|
Menurutnya, produk hair tools seperti catokan atau hairdryer yang beredar sering kali berada Ke dua sisi: Memiliki desain Menarik Perhatian tetapi performanya kurang, atau punya Penampilan bagus tetapi tidak menawarkan sisi estetika dan Di harga yang tinggi.
“Menurut aku ada yang murah banget, ada yang mahal banget. Tapi fokusnya cuma branding dan marketing. Ada yang profesional, bagus, tapi sangat kaku,” jelasnya.
Di situlah Bellayu dibangun Ke 2023. Gaby ingin Memperkenalkan hair tools yang tidak hanya Menarik Perhatian secara visual, tetapi juga Memiliki Ilmu Pengetahuan dan Penampilan yang baik, Di harga yang lebih terjangkau.
Salah satu hal yang juga menjadi perhatian Gaby adalah Penghayatan konsumen. Ia merasa konsumen seharusnya bisa mencoba produk secara langsung Sebelumnya membelinya, bukan hanya mengandalkan ulasan Di influencer. Bellayu Memiliki store agar konsumen bisa mencoba hair tools tersebut. Ke pasar yang kini serba online, Gaby percaya masih banyak konsumen yang butuh online store Sebab ingin mencoab dulu Sebelumnya membeli.
“Alangkah baiknya kalau kita bisa coba sendiri. Bisa pergi Hingga store sendiri, coba sendiri. Karena Itu bukan cuma, ‘kata dia bagus’ atau ‘kata dia nggak bagus’,” ujarnya.
Untuk membangun Bellayu, Gaby juga tidak ingin terburu-buru mengejar Tren. Walaupun industri beauty Di ini berkembang lewat Skincare atau skincare, Gaby lebih ingin membangun Usaha yang bisa bertahan Untuk jangka panjang.
“Aku percaya longevity. Kalau kita melihatnya 30 tahun, kita bisa build something pelan-pelan,” katanya.
Baginya, Usaha bukan perlombaan Sebagai menjadi yang paling cepat. Setiap tahun tentu Memiliki target, tetapi yang lebih penting adalah mengetahui arah yang ingin dituju Untuk jangka panjang.
“Apa yang perlu Dikejar-buru? Kalau kita bisa bikin hype atau viral, ya bagus, tapi 10 tahun Di sekarang apakah Bellayu masih ada? Kalau buatku goal-nya itu bisa bertahan,” akunya.
Prinsip tersebut juga membuatnya percaya bahwa seseorang tidak perlu menunggu semuanya sempurna Sebagai memulai Usaha. Menurut Gaby, ide memang penting, tetapi yang lebih sulit adalah berani mengubahnya menjadi kenyataan.
“Mulai dan perbaiki sambil berjalan,” ujarnya.
Bagi Gabriella, perjalanan membangun Usaha Ke akhirnya bukan hanya tentang modal atau seberapa cepat seseorang mencapai kesuksesan. Ada proses mencoba, gagal, belajar, Sesudah Itu kembali membangun
(kik/kik)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Wolipop.detik.com Indonesia: Perjalanan Usaha Gabriella Chong, Di Jualan Bunga Hingga Membangun Bellayu











