Kerupuk Karena Itu salah satu pelengkap Konsumsi yang sulit dipisahkan Untuk kebiasaan makan Komunitas Indonesia. Tapi, apakah makan kerupuk bikin gemuk? Yuk! Cek fakta dan penjelasannya
Rasa kerupuk yang gurih dan teksturnya yang renyah membuatnya cocok disantap bersama nasi goreng, soto, bakso, hingga Konsumsi rumahan. Akan Tetapi, Untuk orang yang Lagi menjalani Inisiatif Asupan Konsumsi atau menjaga berat badan, kerupuk bisa menjadi penghambat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerupuk memang terlihat ringan, Sebab teksturnya tipis dan mengembang. Tapi, kerupuk mengandung kalori yang cukup tinggi, terutama kerupuk yang digoreng menggunakan Migas.
Jika dikonsumsi Untuk jumlah banyak dan tidak diimbangi Didalam Olah Raga, asupan kalori Untuk kerupuk dapat berkontribusi Di kenaikan berat badan. Meski demikian, bukan berarti kamu harus sepenuhnya menghindari kerupuk Pada Asupan Konsumsi.
Apakah Makan Kerupuk Bikin Gemuk?
Jawabannya ya, makan kerupuk bisa berkontribusi Di kenaikan berat badan apabila dikonsumsi berlebihan. Kenaikan berat badan dipengaruhi Dari jumlah kalori yang dikonsumsi, pengeluaran energi, pola makan sehari-hari, dan Olah Raga.
Kerupuk umumnya terbuat Untuk bahan sumber karbohidrat, seperti tepung tapioka, tepung terigu, atau nasi, yang Lalu diolah Didalam berbagai bumbu. Di kerupuk yang digoreng, Migas yang terserap Pada proses penggorengan turut menambah kandungan kalorinya.
Mengutip Harvard Health Publishing, proses menggoreng dapat menambah kandungan lemak dan kalori Di Konsumsi. Kerupuk yang digoreng menggunakan Migas, sebaiknya dikonsumsi Didalam memperhatikan ukuran porsinya.
Halaman 2 Untuk 2
” dtr-evt=”detail multiple page” dtr-sec=”button Berikutnya” dtr-act=”button Berikutnya” dtr-idx=”2″ dtr-id=”8722113″ dtr-ttl=”Apakah Makan Kerupuk Bikin Gemuk? Ini Penjelasan dan Faktanya”>
Alasan Mengapa Kerupuk Bisa Menambah Berat Badan
Foto: Rifki Afifan Pridiasto
1. Kandungan Karbohidrat dan Migas
Bahan utama kerupuk umumnya mengandung karbohidrat. Ketika kerupuk digoreng, Migas yang terserap Akansegera menambah kandungan lemak dan kalorinya.
Lemak mengandung Disekitar 9 kkal per gram, sedangkan karbohidrat mengandung Disekitar 4 kkal per gram. Sebab itu, Konsumsi yang menyerap banyak Migas dapat Memperoleh kepadatan energi yang lebih tinggi Walaupun ukurannya terlihat kecil.
2. Gampang Dimakan Didalam Jumlah Banyak
Teksturnya yang renyah membuat kerupuk mudah dikonsumsi berkali-kali, Justru ketika seseorang sebenarnya sudah cukup makan. Satu keping Bisa Jadi terasa tidak berarti, tetapi beberapa keping tambahan setiap kali makan dapat Meningkatkan asupan kalori harian.
3. Tidak Bikin Kenyang Lama
Kerupuk umumnya tidak mengandung protein dan serat Untuk jumlah tinggi, dua komponen Konsumsi yang dapat membantu Memberi rasa kenyang. Sebab, kerupuk lebih cocok dijadikan pelengkap daripada sumber utama Konsumsi Bergizi.
Makan kerupuk bikin gemuk jika konsumsinya berlebihan dan menyebabkan surplus kalori Untuk jangka panjang. Kamu tetap bisa makan kerupuk Pada menjalani Inisiatif Asupan Konsumsi Pada memperhatikan porsi dan total asupan kalori harian.
(eny/eny)
Artikel ini disadur –> Wolipop.detik.com Indonesia: Apakah Makan Kerupuk Bikin Gemuk? Ini Penjelasan dan Faktanya











