Infertilitas menjadi salah satu masalah yang dihadapi pasangan yang ingin Memperoleh keturunan. Angka infertilitas Ke Indonesia kini Menyaksikan peningkatan.
Spesialis obgyn Bersama Alpha IVF Jakarta, dr Febriyan Nicolas K, Sp.OG, M.Kes, FESICOG, FEIICOG, mengatakan, infertilitas didefinisikan sebagai ketidakmampuan pasangan usia subur Untuk memperoleh kehamilan Setelahnya melakukan hubungan seksual tiga sampai empat kali Untuk seminggu secara teratur tanpa menggunakan kontrasepsi Di satu tahun. Ada dua jenis infertilitas, yaitu primer dan sekunder.
“Kalau belum sama sekali punya anak, berarti maksudnya Ke infertil primer. Tapi kalau tadinya udah punya anak, atau udah pernah hamil, Lalu mau coba hamil lagi, tapi 1 tahun nggak punya hasil juga, kita masukkan Ke infertil sekunder,” katanya Untuk Inisiatif detikSore, Selasa (13/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemeriksaan dapat dilakukan Di pasangan wanita berusia Ke bawah 35 tahun Bersama kategori infertilitas tersebut. Akan Tetapi, Untuk yang sudah berusia 35-40 tahun, tak perlu menunggu setahun. dr Nico menyebut enam bulan cukup.
Angka Infertilitas Menimbulkan Kekhawatiran
Secara statistik, angka infertilitas Ke Indonesia disebut Menyaksikan peningkatan.
“Dulu itu infertilitas Di 10 persen Bersama Penduduk Dunia. Sekarang Menimbulkan Kekhawatiran Ke 15%. Karena Itu, makin lama makin Menimbulkan Kekhawatiran,” kata dr Nico.
Menurutnya, kemungkinan penyebab infertilitas Ke antaranya pola makan yang tidak sehat, peningkatan obesitas, serta kebiasaan kurang bergerak. Kelebihan lemak tubuh dapat berkaitan Bersama resistensi insulin, yakni Kepuasan ketika tubuh tidak merespons insulin secara optimal.
“Ya namanya lemak ya, yang fat yang disimpan, itu nantinya Akansegera memengaruhi resistensi insulin. Nanti ada hubungannya tuh sama Gangguan kalau pernah dengar, dulu namanya PCOS, sekarang diganti PMOS,” kata dr Nico.
“Nah, itu hubungannya sama kadar lemak dilakukan. Lebih Menimbulkan Kekhawatiran, resistensi Lebih Menimbulkan Kekhawatiran, perkembangan sel telur juga terhambat,” tambahnya.
Pentingnya Pemeriksaan Sperma Terlebih Dahulu
Praktisi Medis menyoroti pentingnya pemeriksaan Ke pria terlebih dahulu ketika Menyaksikan infertilitas. Jika pemeriksaan Ke wanita dilakukan lebih dulu, pasangan berisiko Menerbitkan biaya lebih besar, padahal penyebab kesulitan memperoleh keturunan bisa berasal Bersama faktor pria.
“Nah, kadang-kadang kita udah cek dulu perempuannya. Banyak banget udah dicek, habis 10 juta-juta, padahal masalahnya cuma Ke sperma,” katanya.
Analisis sperma relatif lebih murah, mudah dilakukan, dan tidak menyakitkan. Pemeriksaan ini juga dapat membantu menentukan metode penanganan yang sesuai.
“Karena Itu langkah pertama pasti selalu sperma duluan. Setelahnya itu, Terbaru kita cari masalah lain Ke istri,” ungkap dr Nico.
Halaman 2 Bersama 2
(elk/up)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia: Kapan Pasangan Disebut Infertil? Ini Penjelasan Praktisi Medis Obgyn











