–
Untuk sebagian orang, tidur siang sudah menjadi rutinitas. Ada yang selalu menyempatkan tidur Sesudah makan siang, ada yang hanya melakukannya Di akhir pekan, ada pula yang tidur siang sesekali ketika tubuh terasa sangat lelah.
Tidur sebentar Di Di hari memang bisa terasa nyaman, terutama ketika rasa kantuk mulai menyerang. Akan Tetapi, apakah tidur siang baik Sebagai tubuh jika dilakukan setiap hari?
Ternyata, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan Sebelumnya memejamkan mata Pada matahari masih bersinar. Terapis tidur Jessica Fink menjelaskan kapan tidur siang bisa Menyediakan manfaat, kapan kebiasaan ini malah mengganggu tidur malam, serta bagaimana cara tidur siang yang tepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidur Siang Hanya Jika Benar-Benar Mengantuk
Menurut Jessica, tidur siang sebenarnya Mutakhir bermanfaat ketika seseorang memang mengantuk. Dia menekankan bahwa rasa kantuk berbeda Didalam sekadar merasa lelah.
Misalnya, mata mulai sulit terbuka, kepala terasa mengangguk-angguk, atau tanpa sadar menatap layar Pc Didalam kelopak mata yang hampir tertutup. Kepuasan seperti ini Menunjukkan bahwa tubuh memang Lagi mengantuk dan tidur siang bisa menjadi opsi yang tepat.
“Kamu bisa merasa lelah tanpa benar-benar mengantuk. Tidur siang dapat membantu Mengurangi rasa kantuk. Tidur siang juga sering direkomendasikan Sebagai pekerja shift, orang Didalam narkolepsi, serta mereka yang Merasakan rasa kantuk berlebihan Di siang hari,” ujarnya, seperti dikutip Didalam Real Simple.
Sebagai Alternatif, jika hanya merasa lelah, Jessica menyarankan Sebagai bangun dan bergerak agar tubuh tetap aktif hingga waktu tidur malam tiba. Justru jika tidur malam Sebelumnya kurang, tidur siang belum tentu bisa membantu tubuh ‘membayar utang tidur’. Menurutnya, tidur siang justru Berpotensi Sebagai membuat kembali sulit tidur Di malam berikutnya Lantaran Mengurangi dorongan alami tubuh Sebagai tidur.
Tidur Siang Terlalu Sering Bisa Mengganggu Ritme Sirkadian
Jessica menjelaskan bahwa tubuh Memiliki mekanisme yang disebut sleep drive, yaitu dorongan alami yang membuat kita Lebihterus mengantuk Sesudah terjaga Di waktu lama. Dorongan ini turut menentukan Mutu dan durasi tidur.
“Tidur siang Mengurangi sleep drive. Sleep drive menentukan Mutu dan jumlah tidur. Jika kamu sudah tidak Memiliki sleep drive yang cukup, seperti Di orang yang Merasakan insomnia, tidur siang ibarat Memutuskan uang melebihi saldo rekening. Kamu harus menentukan apakah masih ada ‘anggarannya’,” jelasnya.
Dari sebab itu, dia menyarankan agar seseorang tidak tidur siang kecuali memang benar-benar mengantuk.
“Jika kamu mampu melewati hari tanpa tidur siang, kamu Akansegera membawa banyak adenosine-zat kimia Di otak yang membantu memicu rasa kantuk-Hingga waktu tidur Di malam berikutnya,” jelasnya.
“Akan Tetapi, jika rasa kantuk yang kamu alami sudah berlebihan, tidur siang Bisa Jadi memang diperlukan.”
Berapa Lama Durasi Tidur Siang yang Ideal?
Bukan berarti tidur siang harus dihindari sepenuhnya. Jika memang sangat mengantuk, ada cara Sebagai melakukannya tanpa terlalu mengganggu Ritme Tidur malam.
Menurut Jessica, kuncinya adalah tidur siang Di waktu singkat.
“Tidur siang yang baik berlangsung singkat, Di 20 menit,” katanya.
“Pasang alarm Pada 30 menit agar kamu tidak masuk Hingga tahap tidur yang terlalu Di dan terbangun Di Kepuasan linglung,” tambah Jessica.
Selain durasi, waktu tidur siang juga penting. Sebaiknya tidur siang dilakukan ketika tubuh secara alami Merasakan penurunan energi Di siklus ritme sirkadian.
Ritme sirkadian adalah jam biologis tubuh yang mengatur berbagai fungsi, termasuk Ritme Tidur dan bangun.
“Kita semua Merasakan penurunan energi sebagai Dibagian Didalam ritme sirkadian, biasanya Di tujuh hingga sembilan jam Sesudah waktu tubuh cenderung bangun. Waktu tersebut belum tentu sama Didalam jam kamu benar-benar bangun Di hari tertentu,” ujarnya.
“Ini merupakan waktu yang baik Sebagai menjadwalkan tidur siang.”
(hst/hst)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Wolipop.detik.com Indonesia: Tidur Siang Setiap Hari Ternyata Tak Selalu Baik, Ini Alasannya











