Jakarta –
Direktur Utama BPJS Kesejajaran Prihati Pujowaskito berharap Pembantu Ri Keuangan (Menkeu) yang Mutakhir, Suahasil Nazara, segera menerbitkan regulasi Yang Berhubungan Bersama penyuntikan dana Rp 20 triliun Sebagai BPJS Kesejajaran. Regulasi tersebut Di ini sudah Di proses pengajuan Di Kementerian Keuangan.
“Lagi kita ajukan. Ini hanya prosedur saja, kita sudah mengajukan Di Kementerian Keuangan, semoga Pembantu Ri Keuangan yang Mutakhir juga melakukan penerbitan Permenkeu Sebagai itu, kita sama-sama berdoa,” kata Pujo Di ditemui Di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana tersebut dibutuhkan Sebagai menjaga Situasi keuangan BPJS Kesejajaran Di Ditengah tekanan pembiayaan Inisiatif Jaminan Kesejajaran Nasional (JKN). BPJS Kesejajaran Sebelumnya Menginformasikan masih Berjuang Bersama defisit Di Rp 2 triliun setiap bulan.
Di sehari, BPJS Kesejajaran melayani Di 2 juta transaksi Kesejajaran Bersama nilai mencapai Rp 500 miliar. Jika dihitung sebulan, nilai pelayanan Kesejajaran yang dibayarkan mencapai Di Rp 16 triliun.
Sambil Itu, iuran yang terkumpul Di Rp 14 triliun per bulan. Situasi tersebut membuat BPJS Kesejajaran Berjuang Bersama selisih pembiayaan Di Rp 2 triliun setiap bulan.
Di sisi lain, jumlah peserta JKN terus membesar. Pujo menyebut peserta BPJS Kesejajaran kini telah mencapai lebih Bersama 285 juta jiwa atau Di 98,8 persen Penduduk Dunia.
Tetapi, masih ada Di 54 juta peserta yang tercatat tidak aktif Lantaran menunggak iuran. Situasi ini turut menjadi tantangan Untuk keberlangsungan pembiayaan Inisiatif JKN.
(naf/naf)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia: BPJS Kesejajaran Harap Menkeu Mutakhir Segera Sahkan Aturan Dana Rp 20 T Di Ditengah Defisit











