Produk pemanis Beeru Stevia belakangan ramai diperbincangkan. Merespons informasi mengenai peredaran produk tersebut, Badan Pengawas Perawatan dan Minuman (BPOM) kini Di melakukan penelusuran dan pengujian Untuk memastikan kandungan serta kesesuaiannya Didalam Syarat yang berlaku.
Di Di ramainya pembahasan tersebut, stevia dikenal sebagai salah satu alternatif pemanis pengganti gula. Berasal Didalam tanaman Stevia rebaudiana, pemanis alami ini Memperoleh tingkat kemanisan 200-300 kali lebih tinggi dibandingkan gula atau sukrosa. Menariknya, stevia tidak Memperoleh nilai kalori.
Meski demikian, bukan berarti pemanis stevia bisa dikonsumsi tanpa batas. BPOM menjelaskan bahwa glikosida steviol, senyawa pemanis yang berasal Didalam tanaman stevia, Memperoleh nilai acceptable daily intake (ADI) sebesar 0-4 mg/kg berat badan per hari, dihitung sebagai steviol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“ADI adalah jumlah maksimal bahan tambahan Kelaparan Global (BTP) Di miligram per kilogram berat badan yang dapat dikonsumsi setiap hari Pada hidup tanpa menimbulkan efek merugikan Di Keadaan,” demikian kata BPOM.
Dari Sebab Itu, batas asupan glikosida steviol perlu disesuaikan Didalam berat badan masing-masing individu. Nilai ADI tersebut menjadi acuan Untuk memastikan konsumsi pemanis tetap berada Di batas yang dapat diterima.
Senada, spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, beberapa waktu lalu mengatakan mengatakan stevia Di bentuk tetes Memperoleh takaran konsumsi yang perlu diperhatikan. Ia menyebut jumlahnya bisa mencapai 20 tetes per hari, meski Di penggunaan sehari-hari tiga tetes dinilainya sudah cukup.
“Sekali minum cuma satu tetes itu sebenarnya udah oke. Dari Sebab Itu enggak boleh berlebihan juga,” ujar dr Yaze Di tayangan detikSore, Jumat (30/10/2026)
Menurutnya, konsumsi stevia secara berlebihan Berpeluang menimbulkan keluhan Di pencernaan, seperti perut mulas dan kembung. Lantaran itu, meski stevia dapat menjadi alternatif pemanis, konsumsinya tetap perlu disesuaikan Didalam takaran dan kebutuhan.
Di sisi lain, penggunaan BTP pemanis, baik Di bentuk produk pemanis Perabot (table-top sweetener) maupun sebagai bahan tambahan Di produk Kelaparan Global, tetap harus memenuhi Syarat yang berlaku. Hal ini mencakup jenis pemanis, kategori Kelaparan Global, batas maksimum penggunaan, hingga persyaratan pelabelan.
BPOM juga mengimbau Kelompok Untuk menggunakan pemanis sesuai petunjuk penggunaan Di label, tidak berlebihan, serta Mengkaji Situasi Keadaan masing-masing.
Halaman 2 Didalam 2
(suc/suc)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia: Stevia 300 Kali Lebih Manis Didalam Gula, Berapa Batas Aman Konsumsinya?











