–
Sudah rajin pakai lotion atau krim moisturizer tapi kulit masih terasa kering dan seperti tertarik?
Ternyata, masalahnya tidak selalu Sebab kurang pelembap. Ada berbagai faktor yang bisa membuat kulit tetap kehilangan kelembapan.
“Sering kali, kulit kering menandakan bahwa skin barrier Menyaksikan kerusakan Agar air lebih cepat menguap Di permukaan kulit,” jelas Jessica Wu, MD, Ahli Kemakmuran spesialis kulit yang berbasis Di Beverly Hills, seperti dikutip Di Glamour.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyebabnya bisa Di faktor internal maupun eksternal. Mulai Di produk yang digunakan, Situasi tubuh, lingkungan hingga faktor genetik. Salah satu faktor yang berperan adalah genetik.
Kulit Kering dan Dehidrasi Itu Berbeda
Sebelumnya mencari tahu penyebab kulit terus kering, penting Sebagai memahami bahwa kulit kering dan kulit dehidrasi tidak sama.
“Kulit kering berarti kulit kekurangan Energi, dan setiap orang Memperoleh kecenderungan genetik yang menentukan seberapa banyak Energi yang diproduksi secara alami,” jelas Michelle Henry, MD, Ahli Kemakmuran spesialis kulit sekaligus CEO Skin & Aesthetic Surgery of Manhattan.
Jika Sebelum dulu kulitmu memang kering, kemungkinan tubuh kamu memang tidak banyak memproduksi Energi. Produk tertentu juga dapat memengaruhi produksi Energi atau mengganggu skin barrier.
Seiring bertambahnya usia, kulit secara alami juga menjadi lebih kering. Di Pada Yang Sama, kulit dehidrasi berarti kekurangan air. Situasi ini lebih bersifat Sambil Itu dan bukan merupakan jenis kulit.
Apa pun penyebabnya, kulit kering dapat dialami siapa saja. Berikut beberapa alasan mengapa kulit masih terasa kering meski sudah menggunakan pelembap.
|
Ilustrasi krim pelembap. Foto: Getty Images/YakobchukOlena
|
1. Pelembap Terlalu Ringan
Bisa Karena Itu, formula moisturizer yang digunakan memang belum cukup Sebagai melembapkan kulit.
“Kadang-kadang, formulanya memang terlalu ringan,” kata Dr. Jessica.
Sebagai contoh, gel Di kandungan hyaluronic acid memang dapat membantu Menarik Perhatian air Di kulit. Akan Tetapi, kulit yang sangat kering juga membutuhkan lipid Sebagai membantu mengunci kelembapan tersebut.
Coba cari pelembap yang mengombinasikan beberapa jenis kandungan, seperti humektan yang Menarik Perhatian air Di kulit, misalnya hyaluronic acid dan glycerin; emolien seperti ceramide dan squalane; serta oklusif seperti petroleum jelly yang membantu Mengurangi penguapan air Di kulit.
Sebagai kulit yang benar-benar kering, pelembap bertekstur krim yang dikemas Di jar biasanya lebih efektif dibandingkan lotion tipis Di botol pump atau tube.
2. Pelembap yang Dipakai Kurang
Pemakaian moisturizer dua kali sehari umumnya sudah cukup. Akan Tetapi, kebutuhan setiap kulit berbeda.
Jika kulit memang cenderung sangat kering, penggunaan pelembap lebih Di dua kali sehari Mungkin Saja diperlukan. Pastikan juga jumlah yang digunakan cukup Sebagai Memberi lapisan perlindungan Di kulit.
Jika Mutakhir 10 menit Sesudah memakai moisturizer kulit sudah kembali terasa kencang atau kering, bisa Karena Itu formula yang digunakan atau jumlahnya masih belum cukup.
3. Memakai Pelembap Di Waktu yang Kurang Tepat
Pagi hari Sebelumnya sunscreen dan Perawatan Kulit serta malam Sebelumnya tidur merupakan waktu yang umum Sebagai menggunakan moisturizer. Akan Tetapi, menurut Dr. Jessica, yang lebih penting sebenarnya bukan jam berapa pelembap digunakan, melainkan seberapa cepat kamu mengaplikasikannya Sesudah membersihkan wajah atau mandi.
“Saya menyarankan Inisiatif pelembap Di beberapa menit Sesudah membersihkan wajah, ketika kulit masih sedikit lembap,” jelasnya.
Mengaplikasikan moisturizer Pada kulit masih sedikit lembap dapat membantu menjaga kelembapan yang ada Di permukaan kulit.
Ilustrasi wanita memakai pelembap. Foto: Getty Images/iStockphoto/dragana991 |
4. Produk Skincare Lain Mengganggu Skin Barrier
Bisa Karena Itu moisturizer bukan masalahnya. Produk lain Di rutinitas skincare Mungkin Saja justru membuat kulit Lebihterus kering.
Pembersih wajah yang terlalu keras atau penggunaan terlalu banyak serum dan bahan aktif Berpotensi Sebagai mengganggu skin barrier.
“Jika kamu memakai facial wash berbusa, acid, peeling pad, dan retinoid setiap malam, semua produk tersebut bisa mengganggu skin barrier dan membuat moisturizer tidak bekerja secara optimal,” kata Dr Jessica.
Karena Itu, jika kulit terasa Lebihterus kering, coba evaluasi kembali seluruh rangkaian skincare, bukan hanya moisturizer yang digunakan.
5. Perubahan Hormon
Situasi tubuh juga dapat terlihat Di perubahan Di kulit. Salah satunya perubahan hormon yang terjadi Pada memasuki fase perimenopause atau menjelang menopause.
“Salah satu penyebab Di Di tubuh yang sering tidak disadari pasien adalah menurunnya estrogen yang terjadi Pada perimenopause. Situasi ini dapat membuat kulit menjadi lebih kering, tipis, dan tiba-tiba lebih sensitif,” ujar Dr. Jessica.
6. Lingkungan Terlalu Kering
Berada Di ruangan Di udara yang kering, termasuk ruangan Di AC yang menyala terus-menerus, bisa membuat kulit lebih mudah kehilangan kelembapan.
Dr. Michelle menyarankan Sebagai membawa moisturizer berukuran kecil atau hydrating mist jika lingkungan kerja cenderung kering. Aplikasikan setiap kali kulit terasa kering.
7. Life Style Tidak Sehat
“Nikotin bisa memperburuk kulit kering, Agar Mengurangi kebiasaan merokok dapat membantu,” kata Dr. Jessica.
Hal serupa berlaku Sebagai alkohol. Alkohol bersifat diuretik, Agar dapat membuat tubuh kehilangan lebih banyak air.
Pastikan tubuh Menyaksikan cukup cairan Di minum air dan mengonsumsi Konsumsi yang Memperoleh kandungan air tinggi, seperti buah, sayuran, dan sup. Satu hal lain yang tak kalah penting adalah tidur cukup.
“Kurang tidur juga dapat mengganggu skin barrier,” jelas Dr Jessica.
(hst/hst)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Wolipop.detik.com Indonesia: Sudah Pakai Pelembap tapi Kulit Masih Saja Kering? Ini 7 Penyebabnya










