Jakarta –
Ada berbagai tahap Gangguan Ginjal Kronis (PGK), mulai Di kerusakan ginjal dini Bersama sedikit atau tanpa kehilangan fungsinya, sampai gagal ginjal stadium lanjut. Malahan, Gangguan ini bisa berkembang secara diam-diam Di bertahun-tahun Bersama sedikit atau tanpa Tanda-Tanda hingga berada Di stadium lanjut.
Di memahami Gangguan ini, ada berbagai hal yang sering disalahpahami. Ini penting Untuk dipahami agar Gangguan ginjal bisa ditangani Bersama baik.
Berikut 5 kepercayaan umum tentang Gangguan ginjal kronis:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Gangguan Ginjal Harus Cuci Darah
Diagnosis Gangguan ginjal sering kali langsung dikaitkan Bersama tindakan cuci darah atau dialisis. Di faktanya, pengidap Gangguan ginjal tidak otomatis harus menjalani cuci darah.
Dikutip Di laman Times of India, Gangguan ginjal kronis dibagi menjadi beberapa stadium berdasarkan fungsi ginjal dan lainnya. Stadium 1 bisa Menunjukkan bukti kerusakan ginjal, Kendati eGFR 90 atau lebih tinggi.
Sambil Itu, stadium 5 Bersama eGFR Di bawah 15 Menunjukkan gagal ginjal. Dialisis atau transplantasi ginjal menjadi perlu dilakukan Di ginjal tidak lagi bisa menjalankan fungsi-fungsi pentingnya Bersama baik. Hal ini berarti orang yang didiagnosis Gangguan ginjal stadium awal tidak berada Di situasi yang sama Bersama pengidap gagal ginjal.
“CKD (Chronic Kidney Disease/Gangguan ginjal kronis) tidak selalu berarti gagal ginjal,” kata konsultan nefrologis Di CK Birla Hospital India, dr Vikram Kalra.
2. Merasa Sehat Berarti Ginjal Pasti Baik-baik Saja
Di stadium awal, Gangguan ginjal sering kali tidak Menunjukkan tanda atau Tanda-Tanda. Hal ini menjadi alasan mengapa orang Mungkin Saja tidak menyadarinya hingga Gangguan sudah berkembang.
Tes darah dan urine sederhana bisa membantu mendeteksi masalah ginjal, terutama Di orang yang berisiko lebih tinggi.
“Gangguan ginjal cenderung berkembang tanpa disadari, terutama Di fase awalnya,” kata dr Kalra.
Spesialis ginjal, dr Anupam Roy, mengatakan orang-orang yang Memiliki faktor risiko Gangguan ginjal, seperti pengidap diabetes dan tekanan darah tinggi, disarankan Untuk melakukan pemeriksaan. Tes darah, termasuk kreatinin serum, bersama tes urine bisa memberi informasi penting tentang Kesejaganan ginjal.
3. Minum Banyak Air Bisa Menyembuhkan Gangguan Ginjal
Air sering kali Disorot sebagai solusi Untuk Kesejaganan ginjal. Tapi, perlu diketahui bahwa Gangguan ginjal terjadi bukan sekadar Sebab kurang minum air.
Hidrasi yang cukup memang penting, Akan Tetapi tidak bisa mengobati kerusakan ginjal kronis. Lebih banyak minum air juga tidak selalu lebih baik Untuk setiap orang Bersama Gangguan ginjal. Asupan air yang tepat bisa bergantung Di fungsi ginjal, Kesejaganan secara keseluruhan, dan Situasi medis individu.
“Hanya Bersama minum air saja tidak Berencana menyembuhkan Kerusakan ginjal kronis,” kata dr Kalra.
Dia menambahkan, jumlah cairan yang dibutuhkan orang bisa bervariasi. Untuk orang yang Merasakan Gangguan ginjal kronis, Perawatan perlu dilakukan Untuk mengatasi penyebab mendasar dan stadium Gangguan. Bersama Sebab Itu, tidak bisa hanya mengandalkan asupan air saja.
4. Gangguan Ginjal Hanya Menyerang Ginjal
Ginjal Memiliki peran yang sangat penting Untuk tubuh. Menurunnya fungsi ginjal bisa menimbulkan masalah Di Dibagian tubuh lain.
Gangguan ginjal kronis dikaitkan Bersama risiko Gangguan jantung dan stroke. Tak hanya itu, Gangguan ini juga bisa memengaruhi tekanan darah, sel darah merah, kadar kalsium, kalium, dan fosfor.
Menurut dr Kalra, Gangguan ginjal kronis bisa melibatkan sistem kardiovaskular, tulang, dan Kesejaganan mineral. Dampak yang luas ini juga menjelaskan mengapa mengendalikan Situasi seperti diabetes dan tekanan darah tinggi menjadi Dibagian penting Di Penanganan ginjal. CDC mengingatkan, mengelola faktor risiko ini bisa membantu mencegah atau menunda Gangguan ginjal kronis dan komplikasinya.
5. Setelahnya Didiagnosis Gangguan Ginjal Kronis, Tidak Ada yang Bisa Dilakukan
Menurut dr Roy, Perawatan bisa secara signifikan memperlambat proses Gangguan, tergantung penyebab Gangguan dan stadiumnya.
dr Kalra mengatakan, penanganan Gangguan ginjal kronis Mungkin Saja melibatkan lebih Di sekadar Perawatan, yaitu termasuk juga Asupan Konsumsi, Latihan, pengendalian tekanan darah, diabetes, berhenti merokok, dan pengawasan secara terus-menerus.
Perbedaan Antara Gangguan ginjal kronis dan Gangguan ginjal akut juga penting diketahui. Gangguan ginjal kronis merujuk Di kerusakan ginjal yang menetap atau penurunan fungsi ginjal, Sambil Itu Gangguan ginjal akut adalah penurunan fungsi ginjal secara tiba-tiba.
Pentingnya Melakukan Pemeriksaan
Sebab Gangguan ginjal kronis stadium awal sering tidak Menunjukkan Tanda-Tanda, Praktisi Medis biasanya mengandalkan pengujian laboratorium. Untuk orang-orang yang berisiko, terutama yang mengidap diabetes atau tekanan darah tinggi, pemeriksaan rutin bisa membantu mengidentifikasi Gangguan ginjal lebih awal, Di masih ada lebih banyak kesempatan Untuk mengelola serta menunda perkembangannya.
(elk/dpy)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia: 5 Hal soal Gangguan Ginjal yang Sering Disalahpahami, Nggak Selalu Cuci Darah











