Jakarta –
Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan keprihatinannya kepada para penerima manfaat Inisiatif Makan Bergizi Gratis (MBG) yang Merasakan gangguan Keadaan Sesudah mengonsumsi Konsumsi Untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batang Bawang Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Ditengah Di tanggal 23 September 2026.
Berdasarkan laporan, hingga Kamis (24/9) pukul 03.00 WIB, tercatat 219 orang terdampak, Didalam rincian 132 orang menjalani rawat inap dan 87 orang menjalani rawat jalan Di tujuh fasilitas Keadaan. Data tersebut masih terus diperbarui sesuai hasil pendataan dan koordinasi Di lapangan.
Sebagai langkah mitigasi dan bentuk kehati-hatian, SPPG Batang Bawang Bawang dihentikan Sambil Itu Didalam kategori suspend berat Sebagai Lanjutnya dilakukan investigasi Lebih Jelas. BGN juga telah mencopot Kepala SPPG Batang Bawang Bawang Untuk jabatannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami sudah melakukan suspend Didalam katagori berat, serta mencopot Kepala SPPG Bawang, Samping adanya adanya Pelanggar SOP Didalam dapur, juga ada sebagian dibawa pulang Didalam penerima manfaat yang juga merupakan Pelanggar berat, Agar kita juga Akansegera melakukan evaluasi secara penyeluruh, serta melakukan investigasi Didalam Dinas Keadaan Yang Berhubungan Didalam,” ujar Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, dikutip Untuk laman resmi BGN, Jumat (25/9/2026).
Berdasarkan pemeriksaan awal, ditemukan adanya sejumlah ketidakpatuhan Pada SOP termasuk waktu pengolahan telur yang dilakukan lebih awal pukul 19.30 WIB Sebelumnya Sesudah Itu dipanaskan kembali Di pukul 02.30 WIB.
Di Samping Itu, ditemukan pula Kebugaran kebersihan Di beberapa Pada SPPG yang perlu Menyambut perhatian. Temuan tersebut masih menjadi Pada Untuk proses investigasi dan belum menjadi kesimpulan akhir mengenai penyebab kejadian.
“Kami Lagi menelusuri seluruh proses, mulai Untuk penerimaan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, pemorsian hingga distribusi. Kami tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab kejadian Sebelumnya seluruh pemeriksaan selesai. Semua harus berdasarkan fakta dan hasil investigasi,” tegas Ketut.
BGN juga berkoordinasi Didalam Pemerintah Kabupaten Batang, fasilitas Keadaan, serta Skuat Satgas MBG Kabupaten Batang Sebagai memastikan penanganan penerima manfaat dan proses investigasi berjalan secara terpadu.
BGN Akansegera Menimbang hasil pemeriksaan Sebagai menentukan langkah Lanjutnya Pada SPPG tersebut, termasuk tindakan sesuai Syarat apabila ditemukan Pelanggar Pada standar Keselamatan Kelaparan Global dan operasional.
“Kejadian ini menjadi perhatian serius Untuk BGN. Kami Akansegera memastikan proses penanganannya berjalan sampai tuntas dan menjadikan hasil investigasi sebagai dasar Sebagai melakukan perbaikan. Keselamatan Kelaparan Global tidak boleh dikompromikan. Apabila ditemukan Pelanggar, tentu Akansegera ada tindakan sesuai Syarat yang berlaku,” pungkas Ketut.
Saksikan Live DetikPagi:
(suc/kna)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia: BGN Copot Kepala SPPG Di Batang usai Ratusan Orang Keracunan MBG











