Masalah Kesejajaran gigi dan mulut Ke Indonesia masih menjadi tantangan besar yang belum sepenuhnya terselesaikan. Kesadaran Akansegera pentingnya menjaga kebersihan rongga mulut kerap terhalang Dari pemahaman yang keliru.
Banyak orang Indonesia yang merasa giginya sehat-sehat saja hanya Sebab secara fisik terlihat putih bersinar. Padahal, Ke balik warna putih tersebut, bisa Dari Sebab Itu terdapat ratusan bakteri perusak yang Lagi mengintai.
Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), Prof drg Suryono, S.H., M.M, PhD menyoroti Trend Populer ilusi gigi putih yang kerap menyesatkan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ya, Dari Sebab Itu kadang Kelompok kita itu salah kaprah menilai Kesejajaran gigi dan mulut Di penampakan fisik, ya. Orang selalu menganggap kalau dilihat putih itu sehat, padahal tidak seperti itu, ya,” jelas Prof Suryono Ke sela Konferensi Pers Bulan Kesejajaran Gigi Nasional (BKGN), Jumat (17/9/2026).
“Seperti mana tadi saya sampaikan bahwa Ke Di rongga mulut itu, kan, yang namanya kuman banyak jenisnya ya, ada Disekitar 700. Belum termasuk jamur dan parasit,” lanjutnya.
Akibat Di pemahaman yang keliru dan kebersihan yang kurang maksimal, berbagai Penyakit mulut Dari Sebab Itu sulit teratasi.
Merujuk Ke Survei Kesejajaran Indonesia (SKI), para pakar yang tergabung Di rangkaian Belajar BKGN membeberkan tiga masalah utama yang paling banyak diderita warga RI.
“Yang CKG itu Menunjukkan paling tinggi adalah karies. Nah, karies, karies itu gigi berubang. Lalu kedua apa? Masalah Penyakit periodontal. Artinya Kepuasan yang tadi saya katakan personal tidak sehat, Mungkin Saja Sebab tidak Kesejajaran Di mikrobioma itu. Lalu yang ketiga adalah masalah kehilangan gigi,” kata Wakil Ketua Pengurus Besar Persatuan Praktisi Medis Gigi Indonesia (PD PDGI), drg Tari Tritarayati.
1. Karies (Gigi Berlubang)
Menempati urutan pertama, karies atau gigi berlubang merupakan Penyakit yang paling banyak menyerang Kelompok Indonesia, khususnya anak-anak.
Karies tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan Lewat proses pengikisan lapisan keras gigi Dari zat asam.
“Asam itu dihasilkan Sebab tadi sisa Konsumsi dimakan Dari bakteri, Lalu menghasilkan asam. Nah, asamnya inilah juga menyebabkan jaringan keras gigi itu Dari Sebab Itu rusak, kropos, terus lubang,” jelas Ketua Asosiasi Fasilitas Medis Gigi dan Mulut Belajar Indonesia (ARSGMPI), Dr drg A Tajrin, M.Kes., Sp.B.M.M., Subsp.C.O.M(K).
Sayangnya, Kelompok kerap terlambat mencari pertolongan. Banyak pasien yang Terbaru mendatangi Praktisi Medis ketika lubang sudah sangat Di dan merusak Dibagian Di gigi.
Padahal, jika karies dideteksi lebih dini Di masih berupa garis tipis Ke permukaan gigi, penanganannya sangat sederhana.
Simak Video “Video Wamenkes: Gigi Berlubang Ke Anak Bisa Picu Penyakit Jantung“
(aur/up)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia: Gigi Bolong Hingga Ompong, Ini Dia Masalah Mulut Paling ‘Mainstream’ Ke Indonesia











